AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
10,276 view

2 Penyakit Tropis Diakui Hilang dari Padang Pariaman

Tangkapan eksklusif dari insiden besar terkait Penyakit tropis,penyakit kaki gajah,penyakit menular.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, didampingi Plt Kadinkes Efri Yeni, saat menerima dua sertifikat eliminasi penyakit tropis dari Kementerian Kesehatan RI, Rabu (20/8/2025). Padang Pariaman menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang meraih Eliminasi Filariasis dan Bebas Frambusia sekaligus. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Kabupaten Padang Pariaman raih 2 sertifikat eliminasi penyakit tropis dari Kementerian Kesehatan RI, Rabu (20/8/2025). Yakni Sertifikat Eliminasi Filariasis dan Bebas Frambusia. Pencapaian yang menjadikan Padang Pariaman satu-satunya daerah di Sumbar peraih dua penghargaan sekaligus.

Penghargaan itu diserahkan melalui pertemuan hybrid yang dipimpin Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono. Sertifikat diterima langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, didampingi Staf Ahli Bupati Budi Mulya serta Plt Kepala Dinas Kesehatan, Efri Yeni.

Filariasis, yang dikenal sebagai penyakit kaki gajah, merupakan infeksi parasit kronis akibat cacing Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Penyakit ini lama menjadi momok bagi masyarakat di daerah tropis.

Upaya eliminasi di Padang Pariaman telah dimulai sejak 2013 melalui program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM). Menurut Efri Yeni, perjalanan panjang itu melibatkan serangkaian Transmission Assessment Survey (TAS) pada 2018, 2021, dan 2024.

Hasil survei pun menunjukkan konsistensi nihil kasus. “Itu artinya rantai transmisi sudah terputus total,” jelas Efri Yeni dalam keterangan resminya, Kamis (21/8/2025).

Tak hanya filariasis, Padang Pariaman juga berhasil menaklukkan frambusia, penyakit menular yang menyerang kulit, tulang, dan sendi akibat bakteri Treponema pallidum pertenue.

Penyakit ini kerap menyerang anak-anak di daerah tropis dengan kepadatan penduduk tinggi. Melalui pengobatan massal berbasis antibiotik azithromycin dan pengawasan berlapis, penyakit tersebut berhasil dikendalikan.

Efri Yeni menegaskan bahwa hasil uji serologis serta investigasi lapangan menunjukkan tidak ada kasus baru frambusia di Padang Pariaman. “Keberhasilan ini penting karena frambusia sangat mudah menular di komunitas padat,” tambahnya.

Sedangkan John Kenedy Azis menyampaikan penghargaan tersebut bukan hanya milik pemerintah daerah, melainkan buah kerja keras seluruh elemen masyarakat.

“Ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi bukti kerja sama kolektif. Sertifikat ini saya persembahkan untuk masyarakat Padang Pariaman,” ujar John Kenedy.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tenaga kesehatan, kader, aparat nagari, hingga tokoh masyarakat yang telah menjadi garda terdepan memastikan daerah ini terbebas dari penyakit tropis menular.

Lebih jauh, John Kenedy menekankan bahwa pencapaian ini adalah warisan berharga bagi generasi masa depan. Eliminasi penyakit tropis menunjukkan bagaimana kolaborasi, disiplin, dan penerapan ilmu pengetahuan dapat melahirkan perubahan besar bagi kesehatan masyarakat.

“Penghargaan sejati bukanlah kertas sertifikat, melainkan lahirnya generasi baru yang tumbuh sehat tanpa ancaman penyakit filariasis dan frambusia,” tutupnya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version