25 Cara Mengusir Curut dari Rumah, Lengkap dengan Pencegahan
Cara mengusir curut atau celurut penting diketahui agar rumah tetap bersih dan sehat. Hewan kecil yang mirip tikus ini sering muncul di sudut gelap rumah. Banyak orang salah mengira curut sebagai tikus padahal keduanya berbeda.
KEHADIRAN curut atau celurut tidak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga berpotensi membawa penyakit. Banyak orang bertanya, apa bedanya tikus dan curut? Tikus memiliki ukuran tubuh lebih besar, ekor panjang, dan gigi kuat.
Sedangkan curut tubuhnya kecil, moncongnya runcing, bulunya kasar, serta ekornya lebih pendek. Gigi curut juga tajam dan mampu melukai kulit jika menggigit. Selain itu, suara curut berbeda dengan tikus.
Tikus sering mengeluarkan bunyi berisik saat bergerak, sementara curut lebih sering terdengar mencicit halus. Meski ukurannya kecil, curut bisa sangat mengganggu karena bau khas tubuhnya.
Kenapa Curut Masuk Rumah?
Curut biasanya masuk rumah karena mencari makanan dan tempat hangat. Mereka tertarik dengan sisa makanan, bau sampah, serta area lembap. Rumah yang jarang dibersihkan menjadi lokasi favorit curut. Itulah alasan kenapa curut masuk rumah dan sulit diusir jika tidak ditangani dengan cara tepat.
Bahaya Bau Curut
Salah satu masalah utama dari hewan ini adalah bahaya bau curut. Tubuh curut mengeluarkan aroma tajam yang menyengat. Bau ini bisa menempel di furnitur, pakaian, bahkan karpet. Jika terhirup terlalu lama, bau tersebut bisa memicu mual, sakit kepala, hingga sesak bagi penderita asma.
Apakah Bahaya Digigit Curut?
Selain bau, gigitan curut juga berbahaya. Banyak orang bertanya, apakah bahaya digigit curut? Ya, gigitannya bisa menyebabkan luka yang terinfeksi. Gigi curut membawa bakteri yang berpotensi menimbulkan penyakit kulit dan demam. Oleh sebab itu, hindari kontak langsung dengan hewan ini.
Kenapa Curut Tidak Boleh Dibunuh?
Ada kepercayaan masyarakat bahwa kenapa curut tidak boleh dibunuh berkaitan dengan mitos. Beberapa daerah menganggap membunuh curut akan mendatangkan kesialan.
Namun, dari sisi ilmiah, alasan sebenarnya lebih pada manfaat ekosistem. Curut memakan serangga kecil yang bisa mengganggu tanaman. Walau begitu, jika curut sudah masuk rumah, tetap lebih bijak mengusirnya tanpa membunuh.
Ragam Cara Mengusir Curut dari Rumah

Ternyata ada banyak cara untuk mengusir curut. Bisa menggunakan bahan makanan, tanaman, aroma, suara, hingga teknologi. Tingga, cara mana yang paling mudah untuk Anda terapkan. Berikut rincian masing-masing cara mengusir curut dari rumah.
- Daun Mint atau Peppermint
Aroma daun mint sangat menyengat bagi curut. Letakkan beberapa helai daun mint segar di jalur curut atau gunakan minyak esensial peppermint pada kapas. Aroma segar ini membuat curut tidak betah berada di dalam rumah.
- Kulit Jeruk atau Lemon
Sisa kulit jeruk dan lemon bisa menjadi pengusir alami. Keringkan kulit buah tersebut, lalu sebarkan di sudut ruangan. Kandungan sitrus membuat curut enggan mendekat.
- Bawang Putih dan Bawang Merah
Bau menyengat bawang sangat dibenci curut. Anda bisa menghancurkan bawang lalu menaruhnya di piring kecil di area rawan curut.
- Tanaman Serai Wangi
Aroma serai wangi sangat tajam bagi curut. Tanam serai di sekitar rumah atau gunakan minyak esensialnya di kamar.
- Tanaman Lavender
Selain indah, lavender juga menghasilkan aroma yang tidak disukai curut. Pot kecil lavender di dalam rumah bisa sekaligus jadi pengharum alami.
- Daun Pandan
Banyak orang menggunakan daun pandan untuk mengusir curut. Caranya mudah, cukup potong kecil daun pandan dan sebarkan di sudut rumah.
- Cuka Putih
Curut tidak tahan dengan aroma asam. Semprotkan cuka putih di jalur curut atau di lantai dapur.
- Baking Soda Campur Gula
Gula menarik curut datang, sedangkan baking soda membuat perutnya kembung. Cara ini sering dipakai sebagai solusi alami tanpa racun kimia keras.
- Garam Kasar
Taburkan garam kasar di sudut lembap. Garam menyerap kelembapan, membuat curut tidak nyaman tinggal.
- Kapur Barus Dicampur Minyak Kayu Putih
Campuran dua aroma tajam ini menjadi kombinasi ampuh. Letakkan kapas yang sudah ditetesi minyak kayu putih di dekat kapur barus.
- Ammonia Cair
Bau ammonia sangat menusuk hidung. Celupkan kain ke dalam cairan ammonia lalu taruh di area rawan curut.
-
Cara Mengusir Curut dengan Kopi

Banyak orang belum tahu bahwa kopi bisa menjadi solusi alami. Cara mengusir curut dengan kopi sangat mudah. Taburkan bubuk kopi di area yang sering dilalui curut. Aroma kopi yang kuat membuat curut tidak nyaman dan pergi. Selain ramah lingkungan, metode ini juga aman bagi keluarga.
- Kopi Campur Lada Bubuk
Selain kopi, lada bubuk menambah sensasi pedas yang membuat curut enggan mendekat.
- Kapur Barus Pengusir Curut
Selain kopi, kapur barus juga terbukti ampuh. Kapur barus pengusir curut bekerja karena baunya yang menyengat. Letakkan kapur barus di sudut ruangan, dekat lemari, atau sekitar tempat curut sering muncul. Namun, hindari menaruhnya terlalu dekat dengan makanan karena zat kimia kapur barus bisa berbahaya jika terhirup berlebihan.
- Cara Mengusir Curut dengan Suara dan Alat Lainnya
Selain aroma, suara juga bisa menjadi senjata. Cara mengusir curut dengan suara cukup efektif karena pendengaran curut sangat peka. Anda bisa menggunakan suara keras dari lonceng, musik, atau perangkat ultrasonik khusus. Alat ini mengeluarkan frekuensi tinggi yang tidak terdengar manusia tetapi sangat mengganggu curut.
- Abu Dapur
Di desa, abu sisa kayu sering dipakai untuk menaburi jalur curut. Abu menyulitkan curut bergerak.
- Serbuk Kapur Tulis
Taburkan serbuk kapur tulis di jalur masuk curut. Tekstur kering membuat curut enggan lewat.
- Asap Kemenyan atau Serai Bakar
Asap dari pembakaran ini punya aroma kuat yang tidak disukai curut.
- Alat Ultrasonik
Alat ini memancarkan frekuensi tinggi yang tidak terdengar manusia, tetapi sangat mengganggu curut. Dengan penggunaan rutin, curut akan mencari tempat lain.
- Lampu Sensor Gerak
Curut menyukai tempat gelap. Dengan memasang lampu sensor, ruangan akan selalu terang saat ada gerakan. Curut merasa tidak aman dan pergi.
- Perangkap Perekat
Gunakan lem khusus untuk menangkap curut. Tempelkan perangkap di jalur curut sering lewat. Setelah tertangkap, segera buang jauh dari rumah.
- Perangkap Hidup
Bagi yang percaya kenapa curut tidak boleh dibunuh, perangkap hidup bisa jadi pilihan. Anda bisa menangkap curut lalu melepasnya di luar rumah.
- Radio atau Musik
Nyalakan radio dengan volume sedang di ruangan yang sering dilalui curut. Getaran suara membuat curut tidak betah.
- Ketukan Rutin
Curut sangat sensitif pada getaran. Ketuk-ketuk lantai atau dinding pada jam tertentu. Mereka akan merasa terancam dan keluar.
-
Obat Pembasmi Curut Paling Populer

Jika metode alami tidak berhasil, Anda bisa menggunakan obat pembasmi curut. Banyak produk tersedia di toko dengan berbagai bentuk seperti semprot, perangkap, atau umpan. Berikut beberapa yang dapat ditemukan di toko online:
- Petrokum: Obat umpan / racun tikus yang sering disebut sebagai “racun curut”. Umumnya berbentuk blok biru dan cukup populer di pasaran.
- Ratkum: Racun tikus berbentuk umpan blok yang difokuskan untuk pengendalian tikus sawah, tapi juga bisa dipakai di sekitar rumah.
- Selontra (BASF): Racun tikus berbahan aktif cholecalciferol, bukan antikoagulan. Efektif untuk tikus yang sudah kebal terhadap racun generasi lama.
- Ratgone: Racun tikus berbentuk umpan yang bisa digunakan di rumah, gudang, kantor, hingga perkebunan kelapa sawit.
- Racumin: Racun tikus populer berbentuk bubuk yang bisa dicampurkan ke makanan atau digunakan langsung sebagai umpan.
- Brodirat: Racun tikus berbentuk blok atau sachet. Umumnya dipakai di rumah, pemukiman, atau area gudang.
- Dora: Racun tikus yang banyak dijual di marketplace. Dikenal praktis dan sering dipakai di rumah tangga.
- Mao Wang: Racun tikus impor / lokal ekonomis, biasanya berbentuk butiran atau beras beracun.
Namun, perlu dipahami bahwa penggunaan obat kimia harus dengan hati-hati. Sehingga, tidak membahayakan anggota keluarga. Terutama anak-anak dan hewan peliharaan.
Jadi, Apa Kelemahan Tikus Curut Sesunggugnya?
Mengetahui apa kelemahan curut sangat membantu dalam proses pengusiran. Hewan ini tidak tahan dengan aroma tajam seperti kopi, kapur barus, dan bahan kimia tertentu. Curut juga takut dengan suara keras karena pendengarannya sangat sensitif. Selain itu, mereka tidak betah di area terang dan kering.
Meski sering dianggap sama, kelemahan tikus curut cukup berbeda dengan tikus biasa. Tikus biasanya tahan dengan bau menyengat, sedangkan curut tidak. Selain itu, curut tidak mampu bertahan di area terang dan kering. Pengetahuan ini bisa membantu memilih strategi pengusiran yang tepat.
Strategi Pencegahan agar Curut Tidak Kembali
Mengusir curut saja tidak cukup. Anda juga perlu mencegah mereka masuk kembali. Beberapa langkah efektif antara lain:
- Tutup semua celah pada pintu dan ventilasi.
- Simpan makanan di wadah tertutup rapat.
- Rajin membersihkan rumah, terutama dapur.
- Singkirkan tumpukan barang bekas yang bisa menjadi sarang.
Dengan langkah pencegahan, Anda tidak perlu repot mencari cara mengusir curut berulang kali.
Kesimpulan
Cara mengusir curut tidak selalu membutuhkan bahan kimia berbahaya. Anda bisa memanfaatkan kopi, suara keras, atau kapur barus sebagai solusi alami. Jika curut tetap bandel, gunakan obat pembasmi curut dengan bijak.
Ingat, mengetahui kelemahan curut, alasan kenapa curut masuk rumah, serta bahaya bau curut akan embuat Anda lebih siap menghadapinya. Dengan rumah yang bersih dan strategi tepat, Anda bisa hidup nyaman tanpa gangguan curut. (*)
