AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,856 view

30 Jam Menembus Kerinci dari Solok Selatan, Kisah Petualangan 5 Hari Jalur Berhasil di Patahkan 

Potret situasi aktual terkait perkembangan Kerinci.
Pemandangan Gunung Kerinci terlihat dari kebun teh Liki, Solok Selatan. (Foto: Ardi/TimAs)

Dari Jalur Pendakian Menjadi Penggerak Ekonomi

Keberhasilan Beyond Run juga membuka perspektif lain bagi Solok Selatan. Jalur Kerinci tidak hanya dapat dipandang sebagai lintasan menuju salah satu titik tertinggi di Sumatera. Ia berpotensi menjadi bagian dari pengembangan wisata petualangan sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Solok Selatan, Pamil Ruskamdani, menilai aktivitas pendakian memiliki efek berantai terhadap ekonomi lokal.

Pendaki membutuhkan tempat menginap, makanan, transportasi, pemandu, porter hingga berbagai perlengkapan dan kebutuhan perjalanan. Jika dikelola dengan baik, kebutuhan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Dengan demikian, satu pendaki yang datang bukan hanya membawa ransel. Ia juga membawa peluang bagi banyak orang. Infrastruktur Mengikuti Potensi. Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus melakukan pembenahan terhadap berbagai fasilitas penunjang.

Akses menuju Visitor Center menjadi salah satu perhatian. Jalur menuju Camp Andalas juga terus ditingkatkan, disertai pembangunan jembatan dan jalan patroli melalui kerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Upaya itu menjadi penting karena wisata petualangan tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam.

Akses, keselamatan, informasi, pemandu, fasilitas dasar dan tata kelola kawasan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman pendakian.

Rambu objek wisata di titik nol Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan. Ardi/TimAs
Rambu objek wisata di titik nol Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan. Ardi/TimAs

Atap Sumatera dan Cerita yang Mengikutinya

Gunung Kerinci tetaplah Gunung Kerinci, gunung yang menjadi magnet bagi para pencinta alam dan disebut sebagai atap Sumatera.

Namun perjalanan enam anggota Beyond Run memberikan sudut pandang baru. Sekitar 30 jam memang menjadi angka yang menarik perhatian. Akan tetapi, nilai terbesar dari perjalanan itu bukanlah siapa yang paling cepat.

Nilainya terletak pada pesan bahwa jalur Solok Selatan memiliki karakter, lanskap dan pengalaman tersendiri. Ada hutan tropis yang masih alami. Ada suara satwa di antara pepohonan. Ada air terjun, hutan lumut dan medan yang menantang. Ada pula masyarakat yang dapat memperoleh manfaat ekonomi ketika jalur tersebut berkembang secara berkelanjutan.

Maka, ketika enam pendaki itu kembali dari Kerinci, yang mereka bawa pulang bukan hanya cerita tentang puncak.

Merekamembawa cerita tentang sebuah jalur yang sedang memperkenalkan dirinya. (adi)

Avatar of Arditono
Avatar of Aris Prima Gunawan
Arditono
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version