644 Sawah Terdampak Bencana di Padang Pariaman Sudah Dipulihkan
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Sawah terdampak bencana di Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, mulai kembali produktif setelah sebelumnya tertutup sedimentasi akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Perkembangan pemulihan itu terlihat ketika jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman meninjau areal persawahan tersebut pada Kamis siang (27/8/2026). Tanaman padi yang ditanam serentak pada 13 Mei 2026 kini tumbuh subur dan berusia sekitar tiga bulan lebih.
Jika pertumbuhan tanaman tidak mengalami kendala, panen diperkirakan berlangsung sekitar satu minggu lagi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Irawati Febriani, menyebut kondisi di Tanah Taban menunjukkan lahan pertanian yang terdampak bencana masih dapat dipulihkan.
“Pemulihan lahan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Setelah lahan dipulihkan, kemudian dilakukan penanaman secara serentak,” ujar Irawati.
Menurut Irawati, pemulihan tidak berhenti pada penanganan sedimentasi di lahan. Pemerintah juga memperhatikan kebutuhan air karena kawasan tersebut sebelumnya belum memiliki jaringan irigasi teknis.
Sebelum bencana terjadi, petani setempat mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan air persawahan. Namun, sumber air itu ikut tertimbun sedimentasi sehingga turut mengganggu aktivitas pertanian.
Pemerintah kemudian memberikan bantuan irigasi perpompaan serta membangun jaringan irigasi tersier. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air untuk mendukung produktivitas lahan.
“Dengan adanya sarana irigasi ini, kita berharap ketersediaan air dapat lebih terjamin sehingga lahan tetap produktif dan petani dapat terus melakukan kegiatan budidaya,” jelas Irawati.
Salah seorang petani, Yusmanidar, juga menyambut baik kondisi sawah yang kembali dapat menghasilkan setelah sempat tertutup material sedimentasi.
Ia memperkirakan padi di lahannya dapat dipanen sekitar satu minggu lagi jika tidak ada gangguan terhadap pertumbuhan tanaman.
Meski lahan sudah kembali ditanami, persoalan air masih menjadi tantangan. Petani saat ini masih mengandalkan curah hujan dan pompa, sedangkan jaringan irigasi yang dibangun pemerintah diharapkan menjadi solusi jangka panjang.
1.263 Hektare Sawah Terdampak Bencana
Pemulihan lahan di Tanah Taban merupakan bagian dari penanganan sawah terdampak bencana yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman mencatat, bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 berdampak terhadap 1.263 hektare lahan sawah.
Rinciannya, sebanyak 446 hektare mengalami kerusakan ringan, 238 hektare rusak sedang, 450 hektare rusak berat, dan 100 hektare lainnya dinyatakan hilang.
Penanganan lahan rusak ringan dilakukan melalui Program Optimalisasi Lahan atau OPLAH dengan cakupan 446 hektare. Untuk lahan rusak sedang, dari total 238 hektare, sebanyak 198 hektare telah selesai direhabilitasi.
Artinya, masih terdapat sekitar 40 hektare lahan rusak sedang yang membutuhkan pemulihan. Selain itu, 450 hektare lahan rusak berat juga masih masuk dalam proses penanganan.
Dari lahan rusak tersebut, pemerintah telah mengajukan 234 hektare kepada Kementerian Pertanian melalui program rehabilitasi refocusing. Saat ini, pengajuan tersebut memasuki tahap verifikasi dan validasi lapangan.
Sementara itu, sekitar 256 hektare lahan rusak lainnya serta 100 hektare lahan yang dinyatakan hilang masih dalam proses pengusulan untuk memperoleh dukungan penanganan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Irawati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana. Penanganan mencakup rehabilitasi lahan, perbaikan irigasi, hingga dukungan sarana produksi pertanian.
“Target kita bukan hanya membuat lahan kembali bisa ditanami, tetapi memastikan lahan tersebut dapat kembali produktif dan memberikan manfaat bagi petani secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan pemulihan di Tanah Taban, lahan yang sebelumnya terdampak sedimentasi kini kembali ditanami padi. Pemerintah masih melanjutkan penanganan terhadap lahan lainnya yang masuk dalam catatan sawah terdampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman. (*)
