AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
3,171 view

7 Proyek Perbaikan Bendungan di Padang Mulai Dikerjakan

Visualisasi yang menggambarkan fakta lapangan Perbaikan bendungan di Padang.
Proses pengerjaan rehabilitasi bendungan di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang mulai dilakukan pada Senin (10/8/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, AyoSumbar.id – Perbaikan bendungan di Padang mulai dilaksanakan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada Senin (10/8/2026). Sebanyak tujuh paket proyek fisik pascabencana telah memasuki tahap pengerjaan di sejumlah lokasi.

Program pemulihan tersebut diarahkan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur pengairan dan drainase yang terdampak bencana, sekaligus menjaga kelancaran aliran air serta mobilitas masyarakat.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan percepatan penanganan memang menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, proses rehabilitasi dan rekonstruksi tetap harus mengikuti tahapan perencanaan, tender, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Sama seperti masyarakat, kita juga ingin cepat. Namun ada tahapan perencanaan dan tender yang tidak bisa dibypass, karena ada aturan yang mengikat. Saat ini Alhamdulillah beberapa rehab fisik sudah mulai dilakukan, karena proses perencanaan dan tendernya sudah selesai,” ujar Fadly Amran.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasi kepada warga Kota Padang yang telah bersabar selama proses persiapan pengerjaan berlangsung.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menyebut pekerjaan lapangan kini berjalan secara serentak pada sejumlah titik yang terdampak.

“Saat ini tujuh paket proyek fisik sudah dimulai pekerjaannya. Antara lain rekonstruksi jembatan di Kampung Jambak, rehab bendungan Limau Manis, rehab bendungan Lubuk Kilangan, rehab bendungan Sungkai, dan drainase di Tabiang Banda Gadang,” jelas Malvi.

Pembiayaan percepatan pemulihan infrastruktur tersebut berasal dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dikembalikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kota Padang.

Salah satu pekerjaan yang dimulai adalah Pembangunan Bendung Paket 1 di Bendung Limau Manis, Jalan Manggis, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh.

Proyek Bendung Limau Manis Paket 1 dimulai pada Senin (10/8/2026). Pembangunan ini ditujukan untuk mengoptimalkan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer serta sekunder guna menunjang sektor pertanian di wilayah Kota Padang.

Pembangunan tersebut menggunakan APBD Kota Padang yang bersumber dari Dana Transfer ke Daerah-Dana Alokasi Umum (TKD-DAU). Infrastruktur itu ditargetkan melayani kawasan pertanian dengan luas di bawah 1.000 hektar yang tersebar di wilayah Kota Padang.

Pekerjaan fisik dilaksanakan CV. Generasi Baru selama 138 hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan pada 21 Juli 2026. Proyek tersebut juga memiliki masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Pengawasan teknis dilakukan konsultan pengawas CV. Duta Graha Interplan, sedangkan perencanaannya disiapkan CV. Alkhalifi Pratama Consultant.

Malvi Hendri mengatakan pembangunan Bendung Limau Manis berkaitan langsung dengan upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian masyarakat.

“Pembangunan Bendung Limau Manis Paket 1 ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Padang dalam mengoptimalkan sistem irigasi primer dan sekunder guna menjamin ketersediaan air sawah dan mendukung ketahanan pangan para petani di Kecamatan Pauh,” kata Malvi Hendri.

Dinas PUPR, lanjut Malvi, akan melakukan pemantauan terhadap proses konstruksi agar pekerjaan memenuhi standar kualitas dan target waktu yang telah ditentukan.

“Kami terus mendorong agar pengerjaan fisik ini dapat berjalan tepat mutu dan tepat waktu sesuai target 138 hari kalender, serta didampingi pengawasan ketat agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” tutur Malvi.

Layani Tiga Daerah Irigasi

Di Kecamatan Lubuk Kilangan, Pemko Padang juga memulai Rehabilitasi Bendung Paket 3 di kawasan Bendung Beringin-Lubuk Hantu pada Senin (10/8/2026).

Pekerjaan ini merupakan bagian dari pemulihan infrastruktur pengairan yang mengalami dampak bencana pada November 2025 dan 3 Agustus 2026. Penanganannya tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan fungsi bendung, tetapi juga memperkuat sistem irigasi agar manfaatnya lebih luas.

Berdasarkan analisis teknis Dinas PUPR Kota Padang, pembangunan bendung baru di kawasan Lubuk Hantu dinilai dapat melayani tiga daerah irigasi sekaligus.

“Bendung ini dibangun di lokasi Lubuk Hantu. Berdasarkan analisis teknis, jika bendung ini terbangun, dampaknya akan melayani tiga daerah irigasi sekaligus, yaitu Daerah Irigasi (D.I.) Lubuk Hantu, D.I. Baringin, dan D.I. Kandang Jawi,” ujar Malvi.

Malvi menjelaskan, bencana pada 2025 mengakibatkan tiga bendung di kawasan tersebut rusak. Kondisi itu menjadi salah satu dasar dalam menentukan pola penanganan melalui pembangunan bendung baru.

“Secara teknis, pekerjaan ini kita lakukan dengan membuat bendung baru. Dampak bencana 2025 menyebabkan tiga bendung rusak di kawasan tersebut. Berdasarkan analisis teknis, kita buat bendung baru yang nantinya akan mengairi tiga daerah irigasi sekaligus,” katanya.

Rehabilitasi Bendung Paket 3 dikerjakan CV. Ghalfib dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari. Pekerjaan tersebut ditujukan untuk memperkuat kembali sistem pengairan di kawasan Lubuk Kilangan.

Pemulihan infrastruktur pengairan juga menyasar Bendung Batu Busuk-Sungkai 1 di Kecamatan Pauh. Pemko Padang melalui Dinas PUPR memulai rehabilitasi bendung tersebut pada Senin (10/8/2026).

CV. Ghalfib dipercaya sebagai kontraktor pelaksana dengan masa pengerjaan 135 hari kalender. Pekerjaan difokuskan pada pemulihan kondisi fisik dan fungsi bendung agar dapat kembali beroperasi secara optimal untuk mendukung kebutuhan pengairan masyarakat sekitar.

Malvi Hendri menyatakan seluruh proses percepatan pemulihan tetap dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku, mulai dari tahap perencanaan hingga pengadaan.

Pemerintah Kota Padang berharap pekerjaan sejumlah infrastruktur tersebut dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Pemulihan bendungan, jaringan pengairan, dan drainase di berbagai lokasi diharapkan mengembalikan fungsi aliran air serta memperkuat infrastruktur pascabencana.

Dengan dimulainya perbaikan bendungan di Padang pada 10 Agustus 2026, Pemko Padang mulai merealisasikan tahapan fisik pemulihan pada sejumlah titik yang sebelumnya terdampak bencana. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version