8.794 Atlet di Sumbar Diterjunkan Berlaga dalam Porprov XVI
Padang, AyoSumbar.id – Sebanyak 8.794 orang atlet di Sumbar (Sumatera Barat) diturunkan ke panggung kompetisi Porprov XVI Sumbar. Ajang olahraga terbesar di Sumbar ini, dimulai, Jumat (2/10/2026). Penyelenggaraannya sampai 14 Oktober mendatang.
Untuk diketahui, Porprov Sumbar kembali digelar setelah delapan tahun vakum. Penyelenggaraan terakhir berlangsung di Kabupaten Padang Pariaman pada 2018. Saat itu, Kota Padang keluar sebagai juara umum. Sedangkan posisi kedua diraih Padang Pariaman.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan kembalinya Porprov menjadi momentum untuk menghidupkan kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan atlet. “Setelah delapan tahun vakum, alhamdulillah pada tahun ini bisa kembali kita laksanakan,” ujar Mahyeldi saat membuka Porprov XVI di Halaman Istana Gubernuran.
Sedangkan Ketua Panitia Besar Porprov XVI, Editiawarman, melaporkan jumlah atlet di Sumbar yang terdata melalui aplikasi Satu Data KONI Sumbar mencapai 11.102 atlet. Selain itu, terdapat 2.124 pelatih yang terdata.
Dari jumlah tersebut, sambungnya, sebanyak 8.794 atlet terdaftar dan akan ikut bertanding dalam Porprov tahun ini. Para peserta akan bertanding dalam 53 cabang olahraga Porprov Sumbar dengan 1.049 nomor pertandingan.
“Memang belum semua atlet kita dapat ikut berlaga dalam kegiatan ini karena satu dan lain hal, semoga pada penyelenggaraan tahun selanjutnya, mereka bisa berpartisipasi,” harapnya.
Berbeda dengan pelaksanaan Porprov Sumbar 2018, event tahun ini tersebar di 54 lokasi venue yang berada di 12 kabupaten/kota. Daerah yang menjadi tuan rumah bersama ialah Bukittinggi, Padang, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Solok, Pasaman Barat, Pariaman, Sawahlunto, Kabupaten Solok, dan Kepulauan Mentawai.
Mahyeldi mengatakan skema tersebut juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat dan UMKM di daerah penyelenggara. “Olahraga ini juga menjadi bagian yang menggerakkan perekonomian daerah. Ketika pelaksanaannya kita sebar ke kabupaten/kota, tentu akan memberikan dampak ekonomi kepada UMKM dan masyarakat di masing-masing daerah,” jelasnya.
Bagi atlet di Sumbar, Porprov XVI juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda olahraga nasional. Mahyeldi menyebut Porprov menjadi bagian persiapan Sumbar menghadapi berbagai agenda nasional, termasuk PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Porprov yang kita laksanakan tahun ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi agenda-agenda nasional, termasuk PON 2028,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua V KONI Pusat, Tursandi Alwi, juga berharap para atlet menunjukkan kemampuan terbaik. Ia menekankan pentingnya sportivitas, saling menghormati, mematuhi aturan, dan menjaga persatuan dalam olahraga prestasi.
KONI Pusat menyampaikan sejumlah agenda olahraga nasional yang akan datang. Di antaranya PON Pantai 2026, PON Bela Diri, PON Indoor, PON Remaja, hingga babak kualifikasi PON XXI 2028 NTB-NTT.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumbar, DPRD, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, serta seluruh pihak yang mendukung Porprov XVI. “Pelaksanaan Porprov menunjukkan soliditas dan sinergitas antara insan olahraga dengan pemerintah daerah,” hematnya.
Ia berharap Porprov dapat memperkuat pembinaan olahraga daerah dan melahirkan atlet-atlet berprestasi. Ajang tersebut juga diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Mahyeldi menekankan pembinaan olahraga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kompetisi yang teratur, berjenjang, dan semakin luas. (*)
