Padang Pariaman Jalani Verifikasi KKS 2025, Komitmen Menuju Kabupaten Sehat
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Padang Pariaman jalani verifikasi KKS 2025 dengan penuh kesungguhan, Selasa (19/8/2025). Dari balik layar pertemuan virtual, suasana rapat tampak hangat meski berlangsung di dua lokasi berbeda—Ruang Rapat Sekda dan Ruang Dillo lantai II Kantor Bupati Padang Pariaman. Semua yang hadir membawa satu tekad: memastikan daerah ini benar-benar siap mewujudkan predikat kabupaten sehat.
Verifikasi lanjutan ini merupakan bagian dari rangkaian Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2025. Hadir langsung Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, bersama Kepala Bapelitbangda Azwarman, Kepala Dinas Kesehatan dr. Efriyeni, Ketua Forum Padang Pariaman Sehat Rahmat Tk Sulaiman, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Mereka bersatu padu mendampingi proses penting ini, seolah ingin menunjukkan keseriusan daerah dalam mengikuti setiap tahapan.
Tim verifikator berasal dari berbagai kementerian dan lembaga pusat. Tugas mereka bukan sekadar mencatat, melainkan menilai dokumen dan bukti pendukung yang telah disiapkan daerah. Plt. Dirjen P2 Kemenkes, Murti Utami, dalam arahannya memberi apresiasi khusus atas partisipasi aktif Padang Pariaman. Ia juga menekankan bahwa tahun ini terdapat beberapa penyesuaian dalam proses penilaian, termasuk menjelang perayaan Swasti Saba 2025.
Proses verifikasi dijadwalkan berlangsung sepanjang 4–28 Agustus 2025. Dalam periode itu, tim pusat mendalami setiap dokumen, menelaah data, dan mencermati bukti dukung yang diajukan. Hasil akhir sepenuhnya berada di tangan mereka. Daerah, dalam hal ini Padang Pariaman, diminta menerima apa pun keputusan tim pusat, sekaligus menjadikan rekomendasi yang diberikan sebagai pijakan untuk perbaikan.
Di hadapan tim verifikator, Wakil Bupati Rahmat Hidayat menyampaikan paparan komprehensif mengenai capaian Padang Pariaman. Ia memaparkan sembilan tatanan sebagai indikator kabupaten sehat: mulai dari kehidupan masyarakat sehat mandiri, lingkungan permukiman dan fasilitas umum, hingga perlindungan sosial serta pencegahan dan penanganan bencana. Baginya, semua itu bukan sekadar daftar, melainkan bukti nyata perjalanan panjang daerah dalam membangun pola hidup sehat di tengah masyarakat.
Rahmat menegaskan, setiap saran dan masukan dari pusat akan segera ditindaklanjuti. “Harapan kita sederhana tapi penting: Padang Pariaman sehat benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Jika itu terwujud, peluang meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda 2025 akan semakin terbuka lebar,” ujarnya dengan nada optimistis.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan berita acara. Salah satu poin penting adalah kewajiban daerah untuk mengirimkan dokumen tambahan atau perbaikan maksimal 2 x 24 jam setelah verifikasi lanjutan. Mekanismenya jelas: dokumen soft file berupa PDF harus diunggah melalui Aplikasi SIPANTAS, sementara salinan cadangan berupa link Google Drive dikirimkan ke alamat email resmi tim pusat dengan format yang sudah ditentukan.
Dengan begitu, proses verifikasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah konkret untuk memastikan Padang Pariaman siap menyandang status kabupaten sehat. Setiap detail, dari dokumen hingga implementasi, menjadi penentu dalam perjalanan menuju Swasti Saba 2025. (*)
