BREAKING NEWS
    13,692 view

    Razia Kafe di Pasaman Barat, 5 Wanita Diamankan

    Waktu Baca: 2 menit
    Wanita penghibur yang diamankan petugas SatpolPP Pasaman Barat saat razia kafe, Rabu malam (27/8/2025). Mereka kemudian dibawa ke Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi Solok untuk pembinaan. (Foto: SatpolPP Pasbar)

    Pasaman Barat, AyoSumbar.id – Razia kafe di Pasaman Barat kembali menjadi sorotan warga setelah petugas Satpol PP mengamankan lima wanita dari lokasi tersebut dalam patroli penertiban, Rabu malam (27/8/2025). Razia yang digelar malam itu berakhir dengan pengiriman mereka ke Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi Solok untuk menjalani pembinaan.

    Operasi ini dilakukan Satpol PP Pasaman Barat sebagai bagian dari penertiban terhadap praktik yang dinilai melanggar norma sosial. Dari sejumlah kafe yang diperiksa, Cafe Nuansa disebut sebagai salah satu titik rawan. Di sana, petugas menemukan lima wanita yang diduga bekerja sebagai penghibur.

    Mereka datang dari berbagai daerah dengan kisah hidup yang berbeda-beda. RY (27) berasal dari Medan dan berstatus janda, VA (18) dari Palembang dengan status gadis, NA (19) juga dari Palembang masih berstatus gadis, AU (20) dari Sijunjung yang berstatus janda, serta DL (19) asal Medan yang masih gadis. Identitas kelimanya dicatat dengan detail sebelum diproses lebih lanjut.

    Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat, Randy Hendrawan, menegaskan pihaknya bertindak sesuai prosedur setelah operasi gabungan itu. “Usai pemeriksaan identitas, mereka langsung kami kirim ke panti sosial agar mendapat pembinaan yang layak,” ucapnya. Menurut Randy, langkah ini diambil agar para wanita tersebut mendapat arahan dan dukungan, bukan sekadar penindakan.

    Randy menambahkan, pengiriman ke PSKW Andam Dewi Solok merupakan upaya pemerintah daerah dalam memberikan ruang rehabilitasi. Panti sosial ini berfungsi sebagai tempat pembinaan, pelatihan keterampilan, sekaligus pendampingan psikologis bagi para wanita yang terjaring operasi. “Harapan kami, mereka bisa keluar dari lingkaran masalah sosial dan kembali menjalani kehidupan lebih baik,” katanya.

    Sementara itu, masyarakat sekitar Cafe Nuansa Pasaman Barat menyambut langkah tegas pemerintah daerah. Lokasi ini sudah lama menjadi perhatian warga lantaran kerap menimbulkan keresahan. Razia yang dilakukan Satpol PP diharapkan menjadi titik awal dari penertiban yang lebih berkelanjutan, sekaligus memberi sinyal bahwa praktik serupa tidak akan ditoleransi.

    Langkah ini juga dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum. Satpol PP menegaskan akan terus melakukan operasi secara rutin, bukan hanya di kafe tertentu, tetapi juga di titik-titik lain yang berpotensi menimbulkan gangguan sosial.

    Dengan adanya tindakan tersebut, pemerintah berharap ada efek jera sekaligus kesempatan baru bagi para wanita yang terjaring. Bagi masyarakat, razia kafe di Pasaman Barat ini menjadi tanda bahwa aspirasi mereka terhadap lingkungan yang lebih tertib mendapat respon nyata dari aparat. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *