BREAKING NEWS
    8,659 view

    Ketua TP-PKK Agam Dorong Cek Kesehatan Gratis jadi Quick Win Daerah

    Waktu Baca: 2 menit
    Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, Merry Benni Warlis, saat memaparkan materi dalam Workshop Nasional ILP Batch 2 di Padang. (Foto: Diskominfo Agam)

    Agam, AyoSumbar.id – Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, Merry Benni Warlis, mendorong agar program cek kesehatan gratis menjadi quick win di daerah. Gagasan ini disampaikannya saat menjadi narasumber Workshop Nasional di Ballroom Hotel ZHM Premiere Padang, Kamis (25/9/2025).

    Acara itu dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Aklima. Ia menekankan bahwa layanan kesehatan primer merupakan garda depan dalam sistem kesehatan.

    “Integrasi Layanan Primer (ILP) tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan promosi kesehatan sepanjang siklus hidup,” ujarnya dikutip Jumat (26/9/2025).

    Merry menjelaskan pentingnya deteksi dini melalui skrining kesehatan. Ia menegaskan bahwa sebagian besar kematian di Indonesia dapat dicegah dengan pemeriksaan berkala. Hal itulah yang melandasi pentingnya program cek kesehatan gratis penting menjadi quick win daerah.

    Menurut data yang ia paparkan, 80 persen masyarakat belum pernah mengukur lingkar perut, lebih dari 60 persen tidak pernah memeriksa gula darah dan kolesterol, serta sepertiga belum memantau berat badan. Kondisi tersebut menjadi faktor risiko utama penyakit tidak menular, termasuk hipertensi, diabetes, jantung, dan kanker.

    Ia menambahkan bahwa pemerintah telah memasukkan 14 jenis skrining ke dalam Program JKN. Jenis skrining itu meliputi diabetes, hipertensi, stroke, kanker serviks, kanker payudara, hingga anemia pada remaja putri. Untuk itu, ia mendorong agar sosialisasi menjangkau Posyandu, sekolah, dan komunitas.

    “PKK bersama lintas sektor siap mendukung program ini. Kami mendorong program cek kesehatan gratis jadi quick win di daerah. Sehingga, layanan lebih dekat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan lebih baik dari pengobatan,” tegas Merry.

    Ia berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK, dan masyarakat mampu memperluas cakupan deteksi dini. Dengan demikian, beban penyakit menular maupun tidak menular dapat ditekan sejak awal.

    Workshop Nasional ILP Batch 2 ini diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan berbagai provinsi, kabupaten/kota, kepala Puskesmas, serta tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia. (*)

    Avatar of St Batuah
    Avatar of Arditono
    Avatar of St Batuah
    St Batuah
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *