BREAKING NEWS
    12,901 view

    Kota Tua Padang Siap Diproyeksikan sebagai Wisata Unggulan 2026

    Waktu Baca: 2 menit
    Kadispar Kota Padang, Yudi Indra, saat menyampaikan sambutan dalam FGD penyusunan pedoman penataan Kota Tua Padang di Hotel Rangkayo Basa, Kamis (16/10/2025). (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Kota Tua Padang terus menunjukkan perkembangan positif menuju destinasi wisata bersejarah yang berkelas. Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) laporan pendahuluan penyusunan pedoman penataan kawasan Kota Tua, Kamis (16/10/2025).

    Kegiatan di Hotel Rangkayo Basa itu melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah, BUMN, komunitas, akademisi, dan pemilik bangunan cagar budaya. Semua peserta berdiskusi untuk menyusun panduan utama pengelolaan kawasan heritage di jantung Kota Padang.

    Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra, menjelaskan bahwa pedoman tersebut akan menjadi dasar pengelolaan dan pelestarian Kota Tua Padang. Ia menekankan bahwa panduan ini mencakup tata ruang, revitalisasi, serta pelestarian cagar budaya yang selaras dengan prinsip konservasi.

    “Guideline Kota Tua Padang menjadi acuan dalam pengelolaan kawasan heritage agar penataannya selaras dan berkelanjutan,” ujar Yudi.

    Ia menambahkan, penyusunan pedoman dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah provinsi, komunitas, pemilik bangunan, dan tokoh masyarakat agar hasilnya diterapkan bersama.

    Menurut Yudi, FGD ini sangat penting karena menyatukan persepsi semua pihak dalam menata Kota Tua Padang sebagai destinasi wisata bersejarah yang hidup dan berdaya ekonomi.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Lila Yanwar, menilai Kota Tua Padang memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata unggulan di Sumatera Barat.

    “Kawasan ini memiliki nilai sejarah dan ekonomi yang kuat. Revitalisasi Kota Tua Padang akan mendorong ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat citra Sumatera Barat sebagai destinasi wisata berkelas,” ungkap Lila.

    Ia menambahkan, Pemko Padang telah menunjukkan langkah nyata dalam menghidupkan kawasan heritage melalui berbagai kegiatan seperti Festival Siti Nurbaya dan Festival Kota Tua Padang.

    Menurutnya, target tahun 2026 kawasan ini siap beroperasi sebagai destinasi wisata unggulan, dimulai dengan pengecatan, penataan warna bangunan khas, serta pemasangan lampu dan bangku bergaya kolonial.

    Dalam wawancara terpisah, Yudi Indra menyampaikan bahwa penataan awal sudah dimulai sebelum pedoman selesai. “Kami memulai dari pengecatan bangunan, pengaturan jalur transportasi, dan penyediaan ruang publik agar wisatawan tertarik berkunjung,” jelasnya.

    Yudi juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan pelestarian, terutama bagi pemilik bangunan pribadi di kawasan heritage. “Semua pihak wajib menjaga keaslian kawasan. Walau milik pribadi, bangunan di kawasan bersejarah tetap harus mengikuti aturan bersama,” tegasnya.

    FGD ini menjadi bagian dari rangkaian panjang pengembangan Kota Tua Padang yang telah memiliki masterplan sejak 2023. Dengan adanya pedoman baru, penataan kawasan heritage diharapkan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.

    Melalui visi wisata berkualitas, Pemko Padang berkomitmen mengembangkan Kota Tua Padang sebagai destinasi yang menghargai sejarah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *