BREAKING NEWS
    5,180 view

    Fantastis, Kerugian Padang Pariaman Nyaris Rp 1 Triliun

    Waktu Baca: 2 menit
    Jalan Raya Aua Malintang-Gasan di Kabun Batu Caluang, Nagari III Koto Aua Malintang Selatan yang putus total akibat longsor. (Foto: Drone Klinik dr Fadilla)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Kerugian Padang Pariaman akibat banjir dan longsor karena cuaca ekstrem sejak akhir November 2025 nyaris Rp 1 triliun. Posdalops BPBD Padang Pariaman melaporkan, angka tersebut sebagai kerugian material terbesar dari bencana hidrometeorologi yang pernah terjadi di Padang Pariaman.

    Kalaksa BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, menjelaskan bahwa nilai kerugian Padang Pariaman mencakup kerusakan permukiman, fasilitas umum, infrastruktur, dan sektor pertanian.

    “Total kerugian mencapai Rp 967,8 miliar. Lebih dari 4.800 rumah rusak. Sekolah, rumah ibadah, jaringan irigasi, hingga jembatan juga terdampak parah,” ujarnya dikutip Selasa (9/12/2025).

    Hasil pendataan, dari 4.842 unit rumah yang rusak, 2.652 di antaranya rusak ringan, 221 rusak rusak sedang, 157 rusak berat, dan 66 unit rumah hanyut diterjang banjir. Kerusakan turut menimpa 53 bangunan pendidikan, 49 rumah ibadah, dua fasilitas kesehatan, serta dua kantor pemerintah.

    Emri menegaskan bahwa kerusakan fasilitas publik tersebut akan memukul pelayanan dasar masyarakat. “Banyak sekolah dan rumah ibadah tidak bisa dipakai. Kita butuh percepatan perbaikan agar layanan bagi warga kembali normal,” katanya.

    Kerusakan infrastruktur di Padang Pariaman menyumbang nilai kerugian terbesar. BPBD mencatat 28 ruas jalan rusak serta 38 jembatan putus atau terdampak, yang menghambat mobilitas dan distribusi logistik.

    Selain itu, sambungnya, 68 jaringan irigasi dan bendungan rusak, sehingga mengganggu suplai air ke lahan pertanian. “Infrastruktur banyak yang terputus. Ini menghambat evakuasi dan mengulur proses pemulihan ekonomi warga,” jelas Emri.

    Sektor pertanian turut mengalami dampak besar. Banjir merendam 1.145 hektare sawah, mengganggu jadwal tanam petani. Sebanyak 426,2 hektare kebun dan ladang rusak, disusul kerusakan 50 kolam dan tambak. Lebih dari 14.080 ekor ternak mati atau hanyut.

    “Kerusakan sawah dan hilangnya ribuan ternak akan mempengaruhi ketahanan pangan jangka pendek. Pemulihan ekonomi petani jelas butuh waktu lebih panjang,” ungkapnya.

    Di tengah besarnya kerugian Padang Pariaman, pemerintah daerah memutuskan memperpanjang Status Tanggap Darurat hingga 13 Desember 2025.

    Langkah ini diambil karena proses penanganan masih berjalan, termasuk pencarian satu warga yang belum ditemukan serta pembukaan akses penting yang tertutup material.

    “Tim gabungan terus bekerja membuka jalan, memenuhi kebutuhan pengungsi, dan melanjutkan operasi pencarian,” ujar Emri.

    Ia juga mengimbau masyarakat tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem. “Kami minta warga tetap waspada. Jika terjadi kondisi darurat, segera hubungi BPBD Padang Pariaman di nomor 0811-6662-114,” katanya.

    BPBD memastikan informasi terkini terkait kerusakan, kerugian, dan penanganan bencana akan terus diperbarui sesuai perkembangan lapangan. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *