Kebakaran Ruko di MKS Bukittinggi, Satu Warga Alami Luka Bakar
Bukittinggi, AyoSumbar.id — Kebakaran terjadi di kawasan Simpang Lakuang, Pulai Anak Air, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kota Bukittinggi, Kamis (22/1/2026) petang. Peristiwa tersebut menghanguskan bagian bawah sebuah ruko serta sejumlah barang berharga milik warga.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi, Joni Ferry mengatakan bahwa kebakaran pertama kali diketahui dari laporan masyarakat yang masuk ke Markas Komando DPKP melalui pesawat radio sekitar pukul 18.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Piket Regu Yudha langsung bergerak menuju lokasi kejadian atas instruksi pimpinan.
“Petugas tiba di lokasi dengan waktu respons sekitar tiga menit dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pendinginan,” Kepala DPKP Kota Bukittinggi.
Ia menjelaskan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.50 WIB dan Tidak dilaporkan adanya kendala berarti selama perjalanan maupun proses pemadaman.
“Akibat kebakaran tersebut, bagian bawah ruko dilaporkan hangus terbakar. Selain itu, satu unit sepeda motor, kasur dan tempat tidur, serta dua unit lemari es turut terdampak dalam kejadian ini. Hingga laporan disusun, taksiran kerugian materiil dan penyebab kebakaran masih dalam pendataan petugas,” katanya.
Dijelaskannya dalam peristiwa tersebut, satu orang warga atas nama Ediyon (62 tahun), suku Koto, mengalami luka bakar pada bagian kaki. Korban langsung dievakuasi dan diantar oleh anggota Regu Yudha DPKP Kota Bukittinggi ke RSUD untuk mendapatkan perawatan medis.
Untuk penanganan kebakaran ini, DPKP Kota Bukittinggi mengerahkan sejumlah armada, terdiri dari satu unit armada Karba, satu unit waterous, satu unit Matra, satu unit tangki, serta dua unit armada bantuan dari Damkar Kabupaten Agam. Sebanyak 15 personel DPKP Kota Bukittinggi dan 10 personel Damkar Agam diterjunkan ke lokasi, didampingi Kepala Bidang Rescue DPKP Kota Bukittinggi.
Selain pemadaman dan pendinginan, petugas juga melakukan identifikasi lapangan, pendataan, serta edukasi kepada masyarakat sekitar lokasi kejadian. (*)
