BREAKING NEWS
    2,037 view

    Siapkan Nagari Creative Hub 2026, DPMD Sumbar segera Tentukan 10 Percontohan

    Waktu Baca: 3 menit
    Kepala DPMDN Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, memimpin rapat paparan hasil survei calon lokasi Nagari Creative Hub 2026 di Kantor DPMDN Sumbar, Rabu (25/2/2026). (Foto: TimAS)

    Padang, AyoSumbar.id – Nagari Creative Hub 2026 menjadi fokus Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari (DPMD) Sumatera Barat dalam menentukan nagari dan desa yang akan terhubung dengan program tersebut tahun ini. DPMD telah melakukan survei langsung ke sejumlah wilayah sebagai dasar penetapan lokasi percontohan.

    Kepala DPMD Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, mengatakan tim telah menggelar survei pada awal Februari 2026. “Survei ini sudah kita lakukan pada awal Februari 2026 dan hasilnya berupa data, kita bahas dengan Satgas NCH serta akademisi hari ini,” ujarnya di Padang, Rabu (25/2/2026).

    Ia menjelaskan, Nagari Creative Hub 2026 merupakan bagian dari program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Mahyeldi–Vasko Ruseimy. Program ini bertujuan mendorong perekonomian desa dan nagari berbasis potensi lokal melalui pendekatan digital.

    Pemerintah Provinsi Sumbar mulai menjalankan program tersebut pada 2025 dengan meluncurkan tiga NCH. Pada 2026, DPMD menargetkan sedikitnya 10 desa dan nagari terhubung dalam skema Nagari Creative Hub 2026.

    Yozarwardi menegaskan NCH dirancang sebagai ruang kolaborasi masyarakat dan pelaku usaha. “NCH diproyeksikan menjadi tempat berkumpulnya UMKM dan masyarakat untuk berinovasi secara digital sehingga membuka peluang ekonomi,” katanya.

    Ia menambahkan, dari total 1.035 desa dan nagari di Sumbar, pemerintah perlu menyiapkan model percontohan sebelum memperluas implementasi program. “Untuk mendapatkan 10 nagari-desa percontohan ini, kita lakukan survei dan hari ini kita diskusikan dengan masing-masing tim survei, melaporkan hasil dari pengumpulan data yang ada di lapangan,” ujarnya.

    Tim memaparkan hasil pemeriksaan lapangan terhadap 27 nagari dan desa dari 14 kabupaten/kota. Data tersebut menjadi bahan pembahasan bersama Satgas NCH dan akademisi sebelum masuk tahap seleksi akhir.

    Dalam evaluasi Nagari Creative Hub 2026, tim menilai lima elemen utama yang harus tersedia di nagari. Elemen itu meliputi ketersediaan internet, medan nan balinduang, medan nan bapaneh, keberadaan teras nagari sebagai pusat pengumpulan data, serta lapau nagari yang berfungsi sebagai etalase penjualan produk NCH.

    Program Nagari Creative Hub 2026 juga akan mengintegrasikan berbagai kategori usaha. Sektor yang diprioritaskan mencakup kuliner, UMKM, seni dan budaya, kriya, pertanian dan perkebunan, peternakan, serta potensi unggulan lainnya di masing-masing nagari.

    Yozarwardi menyatakan hasil rapat pemaparan akan kembali dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD). Forum itu akan menetapkan 10 desa dan nagari yang terhubung dalam Nagari Creative Hub 2026 sehingga dapat menjadi model bagi wilayah lain.

    Sebanyak 14 kabupaten/kota yang telah disurvei meliputi Kabupaten Agam, Dhamasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Pasaman Selatan, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, serta Kota Pariaman dan Kota Sawahlunto.

    Anggota Tim Satgas NCH, Hidayat, menegaskan program tersebut memiliki dua tujuan utama. “Kita fokus pada dua hal itu sehingga daya ungkit perekonomian itu benar-benar bisa terwujud di tingkat nagari/desa,” katanya.

    Ia menjelaskan, Nagari Creative Hub 2026 menitikberatkan pada promosi potensi nagari secara digital dan mendorong terjadinya transaksi digital atas produk yang dihasilkan. Pemerintah berharap pendekatan ini memperkuat ekosistem ekonomi digital di tingkat desa dan nagari. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of TimAS
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *