BREAKING NEWS
    2,646 view

    Pemulihan Sektor Pertanian Padang Pariaman Dibantu Kementan Rp12,5 Miliar

    Waktu Baca: 3 menit
    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat memohon bantuan kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, beberapa waktu lalu. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Sektor pertanian Padang Pariaman memperoleh tambahan anggaran Rp12,5 miliar untuk pemulihan pascabencana. Dana ini mengalir setelah Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, melakukan lobi dan koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

    Pemerintah pusat menyalurkan anggaran tersebut melalui dana tugas pembantuan pada Satker XIII Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah daerah menggunakannya untuk enam kegiatan, yakni optimalisasi lahan sawah non rawan bencana, rehabilitasi lahan terdampak, pembangunan dam parit, irigasi perpipaan, irigasi perpompaan, dan perbaikan jaringan irigasi tersier.

    Program ini menyasar kelompok tani di 17 kecamatan. Pelaksanaannya terbagi dalam fokus bencana dan reguler sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

    Salah satu kegiatan yang telah ditetapkan adalah optimasi lahan sawah terdampak bencana (Oplah Bencana). Program ini menyasar 18 kelompok tani di sembilan kecamatan dengan total luas 446 hektare, khusus untuk lahan yang memenuhi syarat juknis.

    Lahan tersebut sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi. Sedimentasi banjir setinggi 10 hingga 30 sentimeter serta kerusakan jaringan irigasi tersier menjadi kendala utama.

    Melalui program ini, petugas melakukan pengerukan sedimentasi di lahan sawah dan saluran irigasi tersier. Tim juga memperbaiki jaringan irigasi tersier yang rusak akibat bencana.

    Perbaikan difokuskan pada irigasi tersier karena menjadi kewenangan Kementerian Pertanian dalam program pemulihan lahan pertanian. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan sektor pertanian Padang Pariaman.

    Selain itu, pemerintah menjalankan program rehabilitasi lahan untuk sawah dengan kerusakan sedang. Indikasinya berupa sedimentasi lebih dari 30 hingga 100 sentimeter dengan luasan minimal terdampak lima hektare sesuai juknis.

    Program rehabilitasi tersebut telah menetapkan 17 kelompok tani dengan total luas 198 hektare. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pemulihan sektor pertanian Padang Pariaman secara bertahap.

    Pelaksana Tugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri Satria, menyebut dukungan anggaran ini sebagai hasil kerja keras kepala daerah. Ia menegaskan, “Angin segar dari upaya Bupati yang terus mencari peluang di tengah efisiensi menjadi pelecut bagi kami untuk menyambutnya dengan komitmen yang sama, meski di tengah keterbatasan.”

    Ia memastikan dinas teknis siap mengawal pelaksanaan program sesuai ketentuan. Pemerintah daerah menargetkan lahan yang semula tidak dapat difungsikan kembali produktif.

    Jika pada tahap awal sawah belum bisa ditanami padi, petani tetap dapat memanfaatkan lahan untuk komoditas lain. “Setidaknya lahan tersebut bisa dimanfaatkan sementara untuk tanaman seperti jagung agar aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

    Rencana pelaksanaan optimasi lahan terdampak bencana dimulai awal Maret. Sementara rehabilitasi lahan dijadwalkan berjalan setelah Hari Raya Idulfitri.

    Pemerintah juga menyiapkan kegiatan pendukung pasca-Lebaran. Kegiatan itu meliputi pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi tersier, serta dam parit guna menjamin ketersediaan air.

    Melalui rangkaian program ini, pemerintah berharap beban kelompok tani berkurang. Pemulihan lahan dan penyediaan air irigasi menjadi kunci kebangkitan sektor pertanian Padang Pariaman pascabencana. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of TimAS
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *