Ade Rizki Yakin Pemerataan Gizi Anak Terwujud Lewat Program MBG
Bukittinggi, AyoSumbar.id – Upaya pemerataan gizi anak terus diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rizki Pratama, menegaskan komitmen tersebut saat sosialisasi program MBG di Pondok Pesantren H. Muhammad Nadis, Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (6/3/2026).
Ade Rizki Pratama menjelaskan bahwa program yang digagas pemerintah itu menjadi langkah penting untuk memastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan asupan gizi yang memadai, tanpa dipengaruhi kondisi ekonomi keluarganya. Program tersebut juga menjadi upaya konkret negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurut Ade, pemerintah untuk pertama kalinya secara khusus menyiapkan alokasi anggaran guna menjamin pemenuhan gizi bagi anak-anak di lingkungan sekolah. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat akses gizi secara merata bagi generasi muda.
“Program Makan Bergizi Gratis ini berlandaskan asas keadilan dan pemerataan. Tanpa melihat siapa orang tuanya, apakah petani, nelayan, pedagang, atau pejabat, seluruh anak mendapatkan menu dan porsi yang sama agar kebutuhan gizi mereka terpenuhi dan mereka bisa belajar dengan lebih fokus di sekolah,” ujar Ade dikuti Senin (9/3/2026).
Ia menilai program tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga mendukung peningkatan konsentrasi belajar di sekolah. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, anak-anak diharapkan dapat mengikuti proses pendidikan secara lebih optimal.
Ade juga menambahkan bahwa pelaksanaan MBG berpotensi memberi dampak ekonomi bagi daerah. Kebutuhan bahan pangan dalam program ini melibatkan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha lokal sehingga mendorong perputaran ekonomi di tingkat daerah.
“Program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, tetapi juga memberi efek positif bagi perekonomian daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Ade berharap masyarakat, khususnya kalangan pesantren dan lembaga pendidikan, memahami tujuan serta manfaat program MBG. Ia menilai dukungan berbagai pihak penting agar pelaksanaan program berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi generasi muda. (*)
