Ikut Pelatihan, Penjahit Muda di Sitapus Kini Kebanjiran Pesanan
Solok Selatan,Ayosumbar.id — Usaha jahit milik Maikon Saputra (23) di Nagari Sitapus, Kecamatan Sangir Batang Hari, kini semakin ramai pelanggan. Pesanan datang silih berganti hingga membuatnya harus bekerja sampai larut malam demi menyelesaikan jahitan tepat waktu.
Pemuda yang sudah menyukai dunia menjahit sejak duduk di bangku sekolah dasar ini mengaku tidak menyangka usahanya berkembang pesat seperti sekarang. Bahkan, tak jarang ia harus menahan kantuk hingga pukul 02.00.wib dini hari agar semua pesanan pelanggan bisa selesai sesuai jadwal.
Setelah menamatkan pendidikan SMA pada tahun 2022, Maikon memutuskan untuk meningkatkan keterampilannya dengan mengikuti pelatihan menjahit lanjutan pada tahun berikutnya. Sebelumnya, usaha yang ia jalankan hanya melayani jasa permak pakaian untuk berbagai kalangan.
“Usaha Maikon Tailor sebenarnya sudah saya mulai sejak masih SMA, tetapi waktu itu hanya menerima permak pakaian. Setelah lulus, saya ingin belajar lebih serius, makanya ikut pelatihan menjahit agar bisa membuat pakaian sendiri,” ujar Maikon.
Dalam pelatihan tersebut, Maikon mempelajari banyak hal baru, mulai dari teknik membuat pola hingga cara mengoperasikan berbagai peralatan menjahit yang lebih modern. Bekal itulah yang kini membantunya mengembangkan usaha jahit miliknya.
Ia mengetahui informasi mengenai pelatihan tersebut melalui media sosial yang mengumumkan program Balai Latihan Kerja (BLK) yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Tanpa ragu, Maikon langsung mendaftar dan mengikuti pelatihan yang berlangsung selama 20 hari.
Kini usahanya mulai mampu menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Meski demikian, Maikon masih berharap adanya dukungan tambahan dari pemerintah, terutama bantuan mesin bordir yang dinilai sangat dibutuhkan di daerahnya.
Menurutnya, permintaan bordir cukup tinggi, terutama untuk seragam sekolah. Namun hingga saat ini, di wilayah Sitapus belum tersedia mesin bordir yang bisa dimanfaatkan.
“Saya juga berharap ke depan ada pelatihan lanjutan dari BLK supaya kemampuan menjahit saya bisa terus berkembang,” tambahnya.
Maikon merupakan salah satu dari ratusan peserta yang pernah mengikuti berbagai program pelatihan di Balai Latihan Kerja di bawah binaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Solok Selatan. Setiap tahun, jenis pelatihan yang diberikan berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja serta program yang didukung oleh anggaran pemerintah pusat.
Pada tahun 2026 ini, pelatihan yang dibuka antara lain di bidang tata boga, desain visual, serta barista. Setiap paket pelatihan diikuti oleh sekitar 16 peserta, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Joni Firmansyah, menjelaskan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan mandiri.
“Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu bersaing di dunia kerja atau bahkan membuka usaha sendiri. Saat ini sekitar 60 persen peserta pelatihan dapat terserap oleh perusahaan yang beroperasi di Solok Selatan, sementara sebagian lainnya memilih merintis usaha mandiri,” jelas Joni.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait dukungan modal usaha bagi para peserta setelah menyelesaikan pelatihan. Hal ini menjadi perhatian pemerintah agar ke depan para lulusan pelatihan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha. (adi)
