BREAKING NEWS
    1,869 view

    Ketua DPRD Sumbar: Pembangunan Sumber Daya Manusia Harus jadi Prioritas Utama

    Waktu Baca: 4 menit
    Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menyampaikan pentingnya pembangunan sumber daya manusia saat membuka Pelatihan Konvensi Hak Anak dalam Pelatihan Konvensi Hak Anak untuk mendukung terwujudnya sekolah ramah anak. (Foto: Humas DPRD Sumbar)

    Padang, AyoSumbar.id – Pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan di Sumatera Barat. Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menilai investasi paling penting bagi masa depan daerah tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada upaya menyiapkan generasi muda yang berkualitas sejak usia dini.

    Muhidi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang digelar untuk mendukung terwujudnya sekolah ramah anak melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Kegiatan itu diikuti oleh kepala sekolah dan guru dari berbagai satuan pendidikan.

    Dalam kesempatan tersebut, Muhidi menjelaskan bahwa pembangunan fisik dan pembangunan manusia memiliki karakteristik yang berbeda. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dapat diselesaikan dalam kurun waktu tertentu dan hasilnya langsung terlihat, sedangkan pembangunan karakter, moral, serta kualitas generasi membutuhkan proses panjang dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

    “Kalau fisik sekali dibangun bisa selesai. Tetapi membangun sumber daya manusia membutuhkan keterlibatan semua pihak dengan harapan dan visi yang sama,” ujar Muhidi dikutip Sabtu (13/6/2026).

    Ia mengatakan DPRD Sumbar menempatkan isu perlindungan anak, pendidikan, dan peningkatan kualitas generasi muda sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan kebijakan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan regulasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap program-program yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak.

    Salah satu bentuk dukungan itu adalah hadirnya Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Regulasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan serta pemenuhan hak anak di Sumatera Barat.

    Selain melalui regulasi, DPRD Sumbar juga mendorong alokasi anggaran untuk mendukung program perlindungan anak, peningkatan kualitas pendidikan, dan berbagai kegiatan yang berorientasi pada tumbuh kembang anak, termasuk pelaksanaan Pelatihan Konvensi Hak Anak.

    Muhidi menegaskan DPRD terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program melalui rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah serta kunjungan lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kebijakan yang telah disusun benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak.

    Menurutnya, pelatihan Konvensi Hak Anak menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman para pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta terbebas dari kekerasan dan perundungan.

    “Kita ingin anak-anak merasa nyaman di sekolah, belajar tanpa rasa takut, tanpa bullying, sehingga mereka bisa berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.

    Muhidi menambahkan keberhasilan menciptakan generasi unggul tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Ia menyebut terdapat tiga lingkungan utama yang memengaruhi tumbuh kembang anak, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.

    Ketiga lingkungan tersebut, lanjutnya, harus berjalan selaras dan saling mendukung agar anak memperoleh ruang yang sehat untuk belajar serta berkembang secara optimal.

    Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Muhidi mengingatkan pentingnya memperkuat fondasi karakter generasi muda. Ia menekankan empat pilar utama yang harus menjadi perhatian dalam menyiapkan masa depan anak, yakni keimanan sebagai landasan hidup, akhlak sebagai pedoman perilaku, kasih sayang sebagai penguat hubungan sosial, dan ilmu pengetahuan sebagai bekal menghadapi persaingan global.

    Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan budaya literasi di tengah masyarakat. Menurutnya, rendahnya minat baca dapat menjadi hambatan dalam melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi.

    “Budaya literasi harus terus ditumbuhkan sejak dini. Anak-anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan yang lebih luas dan kemampuan berpikir yang lebih baik untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

    Muhidi optimistis Sumatera Barat memiliki peluang besar melahirkan generasi unggul apabila seluruh komponen daerah bergerak dalam satu visi yang sama. Ia menegaskan keberhasilan pembangunan daerah dalam dua hingga tiga dekade mendatang sangat bergantung pada kualitas generasi yang dipersiapkan saat ini.

    “Jika sekolah siap, orang tua siap, masyarakat siap, dan pemerintah daerah memberikan dukungan, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang hebat. Nasib Sumatera Barat 20 hingga 30 tahun ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menyiapkan generasi hari ini,” tegasnya.

    Melalui penguatan perlindungan anak, pendidikan ramah anak, dan budaya literasi yang kuat, DPRD Sumbar berharap dapat mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial sebagai modal penting pembangunan daerah pada masa mendatang. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of TimAS
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *