BREAKING NEWS
    5,005 view

    Pentingnya Wali Nagari Tahu Medsos, Tapi Jangan Macam-macam!

    Waktu Baca: 3 menit
    Ilustrasi calon Wali Nagari yang aktif memanfaatkan media sosial untuk membangun komunikasi, transparansi, dan keterbukaan informasi kepada masyarakat menjelang pemilihan wali nagari. (Gambar dibuat pakai ChatGPT)

    Wali Nagari yang dimaksud adalah siapa yang akan memimpin selanjutnya. Pandangan ini berdasarkan keaktifan Calon Wali Nagari Tandikek Utara di media sosial (Facebook) dalam mensosialisasikan diri. Hal ini dipandang sangat penting, berhubung selama ini literasi digital begitu dingin di pemerintahan nagari.

    Sementara itu dunia menuntut ke hal digitalisasai. Bisa dikatakan hampir setiap keluarga mempunyai hp yang mempunyai platform seperti FB dan lain sebagainya, yang merupakan bagian dari penerima transformasi digital bila dimanfaatkan.

    Penyampainya kinerja seperangkat insan yang bekerja di kenagarian dipandang perlu di caliak an atau bahkan dilaporkan, sebab mereka digaji dengan uang dari negara. Bahkan bagi kantor nagari yang sudah terpasang jaringan internetnya, uang untuk jaringan itu tentu bisa dipertanggung jawabkan. Jadi untuk memanfaatkan alangkah lebih elok diupdate juga kegiatan kantor ke masyarakat.

    Ada semacam edukasi dan pendidikan tersendiri bila pihak kenagarian melaporkan kegiatannya ke khalayak ramai. Seperti, mereka akan tahu bahwa orang di kantor wali memang bekerja. Tidak cuma datang absen dan duduk-duduk. Selanjutnya ada keterbukaan publik, yang menghilangkan dahaga pertanyaan kemana uang kenagarian yang dianggarkan dipergunakan. Dengan memampangkan serinci-rincinya, biarkan warga kalau ingin mengoreksi dengan kalkulator dan penalarannya.

    Selama ini mungkin ada rincian belanja nagari diprintkan dan di letakan dihalaman kantor, tetapi tidak mungkin rasanya kita pelototi tulisan itu satu persatu, seperti melihat lowongan pekerjaan di kantor pos saja.

    Wali Nagari yang akan memimpin bisa terlihat arah keterbukaan kepemimpinannya semenjak masa kampanye atau sosialisasi yang tinggal beberapa hari lagi. Terkhusus Tandikek  Utara mulai dari bisiak-bisiak siapa yang akan maju sampai pada pengambilan nomor urut, dan sekarang, penulis selalu mancibuak an media sosialnya. Apa yang menjadi visi misi,dan bagaimana gebrakannya selama sosialisasi atau kampanye.

    Hal tersebut sangatlah penting, sebab kebiasaan ini akan terbawa sampai yang bersangkutan memimpin besok. Orang yang rajin update dimedsos saat kampanye saja, bila terpipilih belum tentu seperti biasa, bagaimana dengan yang malas saat kampanye?

    Pemuda dan pemudi di kenagarian bisa menjadi agent of change melihat pergerakan para calon yang akan bertarung. Senyum yang dipaksakan selama kampanye ini anggap saja lipstik yang akan dikikis oleh hujan saseba besoknya.

    Kinerja selama ini terkadang serupa gigi ular, kuaik ka dalam saja. Apapun bantuan yang diusulkan selalu dunsanak dan kenalannya yang didahulukan. Warga lain dapat, bila yang diawak sudah dihitung semuanya.

    Bahkan memboyong orang-orannya bekerja tanpa melakukan seleksi yang transparan dengan masyarakat lain. Sekarang senyum telah dimulai lagi semanis mungkin. Pemuda dan pemudi perlu mengingatkan orang tua atau yang lain agar ikut berpartisipasi memilih pemimpin yang terbaik.

    Pemimpin yang dipilih selain tahu dengan masyarakat juga harus tahu dengan pemuka atau pejabat yang lebih tinggi. Hal itu bertujuan sebagai pinggalan jitu yang akan manjuluak sasaran untuk kebaikan nagari. Di antara ke 3 calon Wali Nagari untuk Tandikek Utara bila di lihat medsosnya akan bisa ditemukan .

    Sekali lagi jangan sidang pembaca paneh ke penulis bila pandangan kita berbeda. Pandangan ini murni hasil perjalanan hidup di Nagari Tandikek Utara serta pengamatan Facebook masing-masing calon, dan facebook nagari. Tentu semua itu bisa juga dilihat oleh pembaca semua yang berkepentingan dalam hal ini.

    Terus apa maksud penggalan kata Tapi Jangan Macam-macam judul di atas? Sekali lagi penulis hanya fokus ke Nagari Tandikek Utara, saat mancibuak an ( sampai 13/6 ) medsos salah seorang calon agak tergalak sambil karuik kaniang melihatnya.

    Sudahlah, mudah-mudahan dihapusnya yang demikian, tidak elok mengikuti hal demikian. Kesalahan soal biasa, yang penting berubah ke yang lebih baik. Tidak ada gading yang tak retak. Sebagai seorang wali nantinya beliau akan jadi panutan dalam bermasyarakat.

    Mudah-mudahan dengan kepemimpinan selanjutnya nagari yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur segera terwujud. (*)

    Avatar of Irwandi Sikumbang
    Avatar of TimAS
    Avatar of Irwandi Sikumbang
    Irwandi Sikumbang
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *