BREAKING NEWS
    1,960 view

    Eliminasi TB di Kecamatan Kuranji Dipercepat, Dinkes Padang Perkuat Skrining Kasus

    Waktu Baca: 3 menit
    Dinas Kesehatan Kota Padang bersama lintas sektor memperkuat komitmen percepatan eliminasi TB melalui workshop di Kecamatan Kuranji. (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Eliminasi TB di Kecamatan Kuranji terus dipercepat Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kesehatan dengan memperkuat sinergi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Percepatan Eliminasi Tuberkulosis (TB) yang berlangsung di Kantor Camat Kuranji pada 6–8 Juli 2026.

    Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati bersama Kepala Puskesmas Belimbing dr. Versiana, Kepala Puskesmas Ambacang drg. Yenni, dan Kepala Puskesmas Kuranji dr. Dian Suryani. Workshop juga melibatkan Camat Kuranji, unsur Polsek, Koramil, para lurah, TP PKK, kader kesehatan, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk penguatan kolaborasi untuk mempercepat eliminasi TB.

    Dari kegiatan tersebut lahir komitmen bersama antara pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, aparat keamanan, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat. Seluruh pihak sepakat meningkatkan penemuan kasus, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta memperkuat upaya pencegahan penularan tuberkulosis di Kecamatan Kuranji.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, mengatakan tantangan terbesar dalam eliminasi TB di Kecamatan Kuranji saat ini bukan lagi pada proses pengobatan, melainkan menemukan penderita yang belum terdiagnosis.

    “Dari estimasi sebanyak 789 kasus TB di Kecamatan Kuranji pada tahun 2026, hingga Juni baru sekitar 219 kasus atau 27,8 persen yang berhasil ditemukan. Artinya, masih banyak penderita TB yang belum terjaring sehingga berpotensi terus menularkan penyakit kepada orang lain. Karena itu, upaya skrining dan penjaringan kasus harus semakin ditingkatkan,” ujarnya usai kegiatan, Rabu (8/7/2026).

    Ia menjelaskan seluruh pasien TB yang telah ditemukan saat ini memperoleh pelayanan pengobatan sesuai standar. Namun, keberhasilan program eliminasi sangat ditentukan oleh kemampuan menemukan kasus sejak dini agar penularan dapat segera dihentikan.

    “Penanganan pasien yang sudah ditemukan saat ini sudah berjalan dengan baik. Tantangan kita sekarang adalah meningkatkan skrining sehingga semakin banyak penderita TB dapat ditemukan lebih awal, segera diobati hingga sembuh, dan tidak lagi menjadi sumber penularan di tengah masyarakat,” jelasnya.

    Data Dinas Kesehatan Kota Padang hingga Juni 2026 mencatat, dari estimasi 789 kasus TB di Kecamatan Kuranji, baru 219 kasus atau 27,8 persen yang berhasil ditemukan. Sementara itu, tingkat keberhasilan pengobatan mencapai rata-rata 78,5 persen, dengan 399 pasien dinyatakan sembuh atau menuntaskan pengobatan dari total 508 kasus yang tercatat.

    Untuk memperkuat eliminasi TB di Kecamatan Kuranji, Dinas Kesehatan Kota Padang akan menindaklanjuti hasil workshop melalui pembentukan Kelurahan Siaga TB di seluruh wilayah kecamatan tersebut.

    “Melalui Kelurahan Siaga TB, seluruh unsur di tingkat kelurahan seperti pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, TP PKK, kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan masyarakat akan bekerja sama dengan puskesmas untuk melakukan penjaringan atau skrining secara aktif. Dengan demikian, pasien TB dapat ditemukan lebih cepat, diobati sampai tuntas, dan rantai penularannya dapat diputus,” katanya.

    Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting untuk mencapai target eliminasi tuberkulosis di Kota Padang. Karena itu, ia berharap sinergi yang telah dibangun melalui workshop mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala TB.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung gerakan TOSS TBC (Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh). Semakin cepat penderita ditemukan dan menjalani pengobatan hingga tuntas, maka semakin besar peluang kita mewujudkan Kecamatan Kuranji dan Kota Padang yang bebas dari penularan tuberkulosis,” tutupnya. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of TimAS
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *