BREAKING NEWS
    1,533 view

    Yayasan Pertiwi Kodya Padang Perkuat Kompetensi Guru Lewat Seminar Kesehatan Mental Siswa

    Waktu Baca: 3 menit
    Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka Seminar dan Workshop Tenaga Pendidik yang diselenggarakan Yayasan Pertiwi Kodya Padang di Hotel Santika Padang. (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Yayasan Pertiwi Kodya Padang bekerja sama dengan Departemen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) menyelenggarakan Seminar dan Workshop Tenaga Pendidik di Hotel Santika Padang, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dengan menitikberatkan pada kesehatan mental dan kesejahteraan emosional peserta didik.

    Seminar bertema “Happy School, Happy Students: Mewujudkan Kepuasan dan Kesejahteraan Siswa” tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Sebanyak 134 tenaga pendidik dari tujuh sekolah di bawah naungan Yayasan Pertiwi Kodya Padang mengikuti kegiatan tersebut.

    Hadir dalam kegiatan itu Ketua Yayasan Pertiwi Kodya Padang Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Sri Hayati Maigus Nasir, jajaran pengurus yayasan, serta sejumlah dosen Program Studi Psikologi Universitas Andalas.

    Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik. Menurutnya, lingkungan belajar yang sehat secara mental dan sosial menjadi faktor penting dalam membentuk karakter serta ketangguhan emosional peserta didik.

    “Sekolah harus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang kuat secara karakter maupun emosional,” ujar Maigus Nasir.

    Ia juga menekankan bahwa keberhasilan seorang anak lahir dari dukungan lingkungan yang berkesinambungan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Karena itu, guru diharapkan mampu menjalankan peran lebih dari sekadar pengajar.

    “Anak yang sukses tumbuh dari lingkungan yang baik mulai di lingkungan keluarga, hingga sekolah, maupun masyarakat. Karena itu, guru harus hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai orang tua bagi murid-muridnya,” tegasnya.

    Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Pertiwi Kodya Padang Dian Puspita Fadly Amran mengingatkan pentingnya membangun budaya sekolah yang ramah anak dan terbebas dari segala bentuk perundungan. Ia menilai para pendidik perlu lebih peka terhadap kondisi psikologis anak di era saat ini.

    “Praktik bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui ucapan, hingga hukuman yang mempermalukan siswa di depan teman-temannya. Karena itu, pendekatan pendidikan harus lebih manusiawi, komunikatif, dan memperhatikan kondisi psikologis anak,” jelas Dian Puspita.

    Ia berharap seluruh tenaga pendidik di lingkungan Yayasan Pertiwi Kodya Padang dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama seminar dan workshop dalam proses belajar mengajar.

    “Seminar dan workshop ini diharapkan menjadi langkah awal membangun budaya sekolah yang sehat dan menyenangkan di lingkungan Yayasan Pertiwi. Semoga bapak ibu para tenaga pendidik mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi siswa,” harapnya.

    Untuk memperkuat pemahaman peserta, seminar menghadirkan dosen Program Studi Psikologi Unand sebagai narasumber, yakni Yantri Mapitra, Meria Susanti, Nila Anggreiny, dan Izzanil Hidayati.

    Selain itu, Wakil Ketua Yayasan Pertiwi Kodya Padang Sri Hayati Maigus Nasir turut memberikan materi praktik mengenai Emotional Freedom Technique (EFT) sebagai bekal bagi guru dalam mengelola stres serta membantu menyeimbangkan emosi siswa di lingkungan sekolah. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of TimAS
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *