BREAKING NEWS
    2,128 view

    Maukah Bupati Padang Pariaman Sesekali Apel di Kecamatan Patamuan?

    Waktu Baca: 3 menit
    Pelaksanaan apel di halaman Kantor Kecamatan Patamuan. Tampak peserta apel membelakangi Bendera Merah Putih. (Foto: FB Kecamatan Patamuan)

    Bupati Padang Pariaman, Bapak John Kenedy Azis, penulis sangat berharap beliau meluangkan sesekali waktu untuk apel di Kecamatan Patamuan. Penulis yakin, akan ada yang mengusik hati beliau di sana.

    BAPAK John Kenedy Azis cukup terkenal dengan cara kunjungannya ke lapangan. Menanyai langsung di mana kendala atau apa aspirasi dari bawah yang belum sampai ke hadapannya. Jika program belum sesuai dengan harapan, ia akan menyuruh menyegerakan bagian terkait. Hal ini bisa dilihat seperti saat kunjungannya ke Seulayat Ulakan untuk meninjau jembatan yang lamban pengerjaannya, sedangkan uang untuk itu sudah ada.

    Begitu juga saat kunjungan ke jalan yang macet arah bandara di kawasan Masjid Al Fauzan. Sampai-sampai bupati yang akrab disebut JKA ini menanyai masyarakat yang ada di sana, siapa yang memberi izin untuk berjualan di pinggir jalan.

    Disatu sisi jalanan macet karena ketidakteraturan bangunan tempat berjualan memang harus ditertibkan. Begitu pula parkiran juga harus jelas sesuai peraturan, ke mana uang hasil yang didapatkan. Namun di sisi lain masalah ini harus ada juga sosialisasi atau pemahaman pada masyarakat agar tidak ada kesalahan paham.

    Pemimpin harus tegas, agar peraturan bisa jalan. Namun, pemimpin harus lembut agar antara pemimpin dan masyarakat tidak ada dinding penghalang. Ada trik-trik agar penyampaian titah ke relung hati warga ibarat mananai minyak panuah. Sangat hati-hati.

    Jika sekarang nada bicara bisa “naik satu oktaf”, saat kampanye besok mungkin “minus satu oktaf”. Ketegasan Bupati Padang Pariaman ini diharapkan tegas juga pada hal-hal lain. Handaknyo, tibo di mato ndak dipiciangkan, tibo di paruik ndak dikampihan.

    Dari berbagai cerita yang penulis dengar, Bupati Padang Pariaman sangatlah tegas pula ke jajarannya. Bengisnya tak main-main. Benar-benar ditakuti ketika ia berang. Bagaimana sekiranya jika beliau datang ke Kantor Camat Patamuan, dan memimpin apel di sana. Akankah kebengisan itu tiba.

    Ya, bayangkan saja, di kecamatan tempat kelahiran penulis tersebut, pelaksanaan apel selalu membelakangi Bendera Merah Putih. Pasalnya, tiang bendera tidak berada tepat di tengah halaman melainkan di sebelah pagar depan kantor itu. Telah dua kali hari Senin dilewati setelah opini “Kecamatan Patamuan, Menguji Etika Bernegara di Kantormu”.

    Penulis pun sudah pernah berkomentar di tampilan Facebook kecamatan tanggal 13 Juli kemarin. Mengenai apel membelakangi bendera itu. Sayangnya, sampai sekarang tidak ada tanggapan. Bahkan Senin (20/7/2026) diulangi lagi.

    Sangat tak Elok Jika Dibiarkan Berlarut

    Penulis yakin Bupati Padang Pariaman belum tahu akan hal ini. Semoga saja, opini kedua penulis ini sampai kepada beliau. Sehingga, tindakan dapat diambil agar kejadian membelakangi bendera saat apel di Kecamatan Patamuan tidak terus berulang. Malu kita jika dilihat anak-anak kita yang kita didik untuk menghormati Bendera Merah Putih.

    Tulisan ini bukan melambangkan “angek dulang pado pinggan”. Tapi keresahan hati, seperti kita seolah meremehkan lambang negara. Menepuk air di dulang, muka dan dada sendiri yang kena percikannya. Di tengah maraknya pemerintahan mengenalkan latihan bela negara bagi calon pemimpin, di tengah itu pula kecamatan tempat kelahiran penulis dengan rasa tak bersalah melaksanakan apel pagi membelakangi bendera. Tidak sekali, tidak dua kali, hal itu selalu berulang ulang.

    Besar harapan penulis Ajo JKA turun ke Kecamatan Patamuan untuk menyelesaikan ini. Sehingga, beliau benar-benar menjadi pelopor penegakan etika bernegara. Penulis tak akan berhenti menyoroti ini. Sampai adanya perbaikan. Harus kita ingat, menghormati adalah menghadapkan wajah, bukan membelakangi. (*)

    Avatar of Irwandi Sikumbang
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Irwandi Sikumbang
    Irwandi Sikumbang
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *