BREAKING NEWS
    784 view

    Idul Adha 1447 H, Bagi Sutan Dedi Momentum Berbagi dan Jaga Persatuan

    Waktu Baca: 2 menit
    Anggota DPRD Padang Pariaman, Sutan Dedi Firmansyah, saat mengikuti salah satu momen berkurban di daerah pemilihannya (Foto: Dok. Sutan Dedi)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Idul Adha 1447 H yang diperingati pada Rabu (27/5/2026) diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Padang Pariaman untuk memperkuat kepedulian dan berbagi dengan sesama, terutama setelah daerah tersebut dilanda bencana alam beberapa waktu lalu.

    Anggota DPRD Padang Pariaman, Sutan Dedi Firmansyah, mengatakan semangat berkurban dapat diwujudkan dengan menyisihkan kelebihan harta untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

    Menurut kader PKS itu, kisah Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan anak satu-satunya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT patut menjadi teladan dalam memaknai ibadah kurban.

    “Semangat berkurban ini hendaknya bisa sebagai wujud kepedulian kita terhadap sesama. Karena Islam mengajarkan kita untuk berbagi, seperti dikisahkan nabi Ibrahim yang rela anaknya dikurbankan demi melaksanakan perintah Allah SWT,” ujar Sutan Dedi Firmansyah.

    Ia menyebut kondisi masyarakat Padang Pariaman belum sepenuhnya pulih setelah bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Sebagian masyarakat, kata dia, masih berada dalam suasana duka akibat musibah tersebut.

    Karena itu, momentum Idul Adha 1447 H dinilai dapat menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan mengevaluasi kebutuhan warga di tengah situasi pascabencana.

    “Semoga semangat berkurban ini terus tumbuh ke banyak masyarakat lainnya dengan menjadi peserta kurban, dengan harapan bisa membantu mereka yang bernasib kurang beruntung,” ungkap anggota DPRD Dapil Padang Pariaman II tersebut.

    Selain mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial, Sutan Dedi juga mengingatkan warga agar menjaga kekompakan menjelang pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilawana). Masyarakat diminta tidak terpecah karena perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi tersebut.

    Ia menegaskan bahwa hak untuk memilih dan dipilih merupakan hak konstitusi setiap individu. Menurutnya, Pilawana harus menjadi pesta demokrasi yang berlangsung secara badunsanak tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

    “Jadikan pesta demokrasi nanti menjadi Pilwana badunsanak. Jangan sampai terjadi perpecahan di masyarakat. Apalagi Pilwana ini periode-nya cuma delapan tahun sekali. Dan bagaimana pun, hidup bermasyarakat adalah cerminan masyarakat minangkabau yang perlu dilestarikan. Karena di sana pula didapatnya kata mufakat dan bermusyawarah,” katanya.

    Sutan Dedi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah diadu domba akibat perbedaan pilihan. Ia menilai hubungan persaudaraan dalam Islam harus menjadi landasan untuk menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.

    “Jangan sampai ini (Pilwana, red) membuat kita terpecah belah. Karena dalam Islam, orang mukmin itu bersaudara. Dan level bersaudara itu lebih tinggi dari pada berteman, dan sebaliknya level berteman itu lebih rendah dari pada bersaudara,” katanya.

    Pesan tersebut menjadi bagian dari ajakan untuk menjaga kebersamaan masyarakat Padang Pariaman, baik melalui semangat berbagi pada momentum Idul Adha 1447 H maupun dalam menghadapi agenda Pilawana mendatang. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *