BREAKING NEWS
    2,618 view

    Songsong Porprov di Tengah Keterbatasan Anggaran, KONI Agam Susun Strategi

    Waktu Baca: 4 menit
    Ketum KONI Agam Edi Busti memberi arahan Rakerkab Koni Agam 2026 di Axana Hotel, Padang, Senin (10/8). (Foto: St. Batuah/TimAS)

    Agam, AyoSumbar.id – Ketua Umum KONI Kabupaten Agam, Edi Busti, meminta seluruh insan olahraga mengesampingkan kepentingan politik dan fokus meningkatkan prestasi atlet. Pesan itu disampaikannya saat Rakerkab KONI Agam 2026, di Axana Hotel, Padang, Senin (10/8/2026).

    Menurut Edi, olahraga harus menjadi ruang bersama untuk membangun prestasi dan mengharumkan nama daerah. Karena itu, persoalan organisasi maupun dinamika lain tidak boleh mengganggu fokus pembinaan atlet.

    “Jangan persoalan olahraga dipolitisasi. Mari kita berkomitmen meningkatkan prestasi olahraga di Agam. Abaikan persoalan lain, mari kita fokus pada kemajuan olahraga,” tegas Edi.

    Menurut Edi, persoalan klasik, yakni keterbatasan anggaran masih menghantui persiapan Kabupaten Agam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.

    Keterbatasan itu membuat KONI Agam belum dapat melaksanakan seleksi atlet secara langsung. Untuk menyiasati kondisi tersebut, setiap pengurus cabang olahraga (Pengcab) diminta melakukan seleksi secara mandiri dan menyerahkan data atlet potensial kepada KONI Agam.

    “Kami minta para cabor mendata atlet dan menyerahkan data tersebut kepada KONI Agam. Pengcab juga harus selektif dalam menjaring atlet karena kita harus memperhatikan efisiensi dana,” katanya.

    Bagi Edi, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan persiapan atlet. Apalagi, Porprov merupakan kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama Agam di tingkat provinsi.

    “Porprov merupakan harapan para atlet. Kita harus merespons harapan tersebut dengan sebaik-baiknya. Mari kita siapkan atlet dengan sebaik mungkin sesuai kemampuan dan kondisi yang kita miliki,” ujarnya.

    Tantangan semakin besar karena Porprov 2026 digelar tersebar di 12 kabupaten/kota. Kondisi itu membuat kebutuhan pembiayaan semakin besar, sehingga KONI Agam dituntut mengelola pembinaan secara selektif.

    “Di tengah keterbatasan daerah, Porprov membutuhkan biaya yang besar dengan disebarnya pelaksanaan Porprov di 12 kabupaten/kota. Karena itu, kita harus melakukan pengelolaan dan pembinaan secara selektif serta efisien,” jelasnya.

    Musorkab tak boleh Ditunda

    Selain persiapan Porprov, Rakerkab juga menjadi ruang evaluasi organisasi KONI Agam. Edi menegaskan masa kepengurusan KONI Agam periode saat ini akan berakhir pada 31 Agustus 2026.

    Ia memastikan proses Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) harus berjalan sesuai ketentuan dan tidak diperpanjang dengan alasan apa pun.

    “Tidak ada alasan Musorkab ditunda dengan memperpanjang masa bakti pengurus yang sekarang. Beban pengurus saat ini sudah berat, sehingga proses organisasi harus berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

    Rakerkab KONI Agam 2026 berlangsung Senin-Selasa (10-11/8), dengan mengusung tema “Bersama Membangun Prestasi, Menguatkan Organisasi, Mengharumkan Agam”. Kegiatan itu turut menghadirkan Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat, Budi Eko, sebagai narasumber.

    Di sisi lain, KONI Agam juga mendorong konsep one cabor one event. Program tersebut tidak semata diarahkan untuk mencetak prestasi, tetapi juga dikembangkan menjadi bagian dari sport tourism yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.

    Edi mengatakan kegiatan olahraga dapat dikolaborasikan dengan sektor UMKM sehingga event olahraga memiliki dampak ekonomi yang lebih luas.

    “Agam tetap mengembangkan one cabor one event dalam mengembangkan sport tourism plus UMKM. Jadi olahraga tidak hanya bicara soal prestasi, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut dapat ikut menguatkan ekonomi daerah,” katanya.

    Sementara itu, Staf Ahli Bupati Agam, Taslim, mengapresiasi pelaksanaan Rakerkab KONI Agam. Menurutnya, forum tersebut penting untuk mengevaluasi pembinaan sekaligus menentukan arah olahraga Agam ke depan.

    Taslim menyebut sedikitnya ada empat hal yang perlu menjadi perhatian KONI dan seluruh Pengcab.

    Pertama, pembinaan atlet harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Pengcab diminta tidak hanya mencari atlet ketika menghadapi event besar, tetapi membangun sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet asli Agam.

    “Kita memperkuat pembinaan olahraga sejak dini. Pengcab diharapkan membina atlet sejak dini, sehingga mampu melahirkan atlet asli asal Agam yang berdaya saing,” ujarnya.

    Kedua, sinergi antara KONI, Pengcab dan seluruh pemangku kepentingan olahraga harus diperkuat. Menurut Taslim, KONI tidak mungkin bekerja sendiri untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah.

    Ketiga, pengelolaan olahraga harus semakin profesional, terutama dari sisi administrasi, transparansi dan akuntabilitas.

    Keempat, seluruh insan olahraga diminta semakin solid mempersiapkan atlet menghadapi Porprov Sumbar 2026.

    “Kami berharap insan olahraga lebih solid dan intensif dalam menyiapkan atlet pada ajang Porprov 2026. Ini harus menjadi perhatian bersama agar atlet Agam benar-benar siap menghadapi persaingan,” katanya.

    Rakerkab tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum evaluasi tahunan, tetapi menghasilkan langkah konkret pembinaan atlet, penguatan organisasi, sekaligus strategi KONI Agam menghadapi keterbatasan anggaran dan persaingan pada Porprov 2026. (*)

    Avatar of St Batuah
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of St Batuah
    St Batuah
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *