Belajar Sambil Bermain, Bunda PAUD Solsel Dorong Sekolah Ciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan
Solok Selatan,ayosumbar.id —Memasuki dunia sekolah untuk pertama kalinya menjadi fase penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Karena itu, Bunda PAUD Kabupaten Solok Selatan, Ny. Erniati Khairunas, mengingatkan agar proses pendidikan anak usia dini tidak dilakukan dengan pendekatan yang kaku, melainkan melalui kegiatan bermain yang membuat anak merasa nyaman dan bahagia.
Menurutnya, kesan pertama anak terhadap sekolah akan sangat memengaruhi semangat mereka dalam menjalani proses pendidikan. Anak perlu terlebih dahulu dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui aktivitas yang menyenangkan sebelum diarahkan pada pembelajaran yang lebih terstruktur.
“Ketika pertama kali masuk sekolah, anak harus merasa senang. Kenalkan mereka dengan lingkungan sekolah dan gunakan pembelajaran sambil bermain,” ujar Erniati disela-sela kunjungannya ke TK 01 Sangir, Rabu (12/8/2926).
Ia juga meminta para pendidik memahami karakter masing-masing anak sebelum menentukan metode pembelajaran. Perkembangan anak saat ini, katanya, membuat mereka semakin aktif, cerdas, dan kritis sehingga membutuhkan pendekatan yang kreatif.
“Pelajari dulu karakter anak, kemudian tentukan metode mengajarnya. Anak-anak sekarang banyak yang pintar dan kritis, jadi berikan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan,” pesannya didampingi Ketua GOW Solok Selatan Ny.Bet Yulian Efi.
Dengan perhatian terhadap metode belajar, karakter anak, hingga kelayakan fasilitas sekolah, pendidikan usia dini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi anak untuk tumbuh, bermain, mengenal lingkungan, serta membangun kepercayaan diri sejak awal.
Dalam kunjungannya ke TK 01 Sangir, Erniati turut memperhatikan kondisi fasilitas belajar. Ia mendapati sejumlah ruang kelas belum dilengkapi kipas angin sehingga anak-anak harus belajar dalam kondisi yang cukup panas.
Melihat kondisi tersebut, Erniati menyatakan kesediaannya memberikan bantuan kipas angin untuk seluruh ruang kelas di TK 01 Sangir secara pribadi.
“Kalau untuk AC, itu menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan. Tetapi untuk kipas angin, saya sebagai Bunda PAUD ikut bertanggung jawab,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, Hamudis Husein, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan guna melihat kondisi serta perkembangan peserta didik di TK 01 Sangir.
Ia menyebut TK 01 Sangir memperoleh dukungan anggaran melalui program revitalisasi sebesar Rp604 juta. Dana tersebut diperuntukkan bagi sejumlah kebutuhan, termasuk administrasi, pembenahan ruang kelas, serta penataan taman bermain.
Hamudis berharap dukungan fasilitas tersebut dapat diiringi dengan peningkatan kualitas pembinaan oleh para guru. Menurutnya, proses pendidikan di usia dini bukan hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan perkembangan anak secara menyeluruh.
“Para guru diharapkan terus memberikan pembinaan yang baik sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal,” katanya.
Disisi lain, Camat Sangir, Abul Abas menilai program yang dijalankan Bunda PAUD perlu mendapat dukungan dari seluruh pihak karena anak-anak yang saat ini berada di bangku pendidikan terbawah merupakan generasi yang akan menentukan masa depan daerah nantinya.
“Anak-anak hari ini adalah calon pemimpin di masa mendatang. Karena itu, sejak sekarang mereka harus dibekali pendidikan dan karakter yang kuat,” ujarnya.(adi)
