BREAKING NEWS

    Di Tengah Penunjukan Caretaker, KONI Agam tetap Gelar Musorkab

    Waktu Baca: 4 menit
    SOLID: Edi Busti bersama pengurus KONI Agam dan perwakilan cabang olahraga usai Musorkab KONI Agam di Objek Wisata Garuda Mas, Manggopoh, Lubukbasung, Rabu (26/8).

    Agam, AyoSumbar.id – Di tengah penunjukan caretaker oleh KONI Sumbar, KONI Kabupaten Agam tetap menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) 2026 di Objek Wisata Garuda Mas, Manggopoh, Lubukbasung, Rabu (26/8).

    Musorkab yang mengusung tema “Bersatu untuk Agam, Bersinergi menuju Prestasi Olahraga Berkelanjutan” itu dihadiri 40 pengurus cabang olahraga (Pengcab) dari 51 cabor yang masih aktif. Jumlah tersebut telah memenuhi ketentuan kuorum minimal dua pertiga anggota sebagaimana diatur dalam AD/ART KONI.

    Ketua Panitia Musorkab, Yuda, mengatakan dari 51 cabor aktif, syarat dua pertiga peserta minimal sebanyak 36 cabor. Sementara, daftar hadir menunjukkan 40 cabor mengikuti Musorkab.

    “Daftar hadir 40 cabang. Dengan demikian, sesuai AD/ART, Musorkab sah untuk dilaksanakan,” tegas Yuda.

    Ketua Umum KONI Agam, Edi Busti, mengatakan pelaksanaan Musorkab tersebut merupakan tindak lanjut keputusan Rakerkab KONI Agam yang sebelumnya telah menetapkan Musorkab digelar pada 26 Agustus 2026.

    Ia menyebut, seluruh tahapan Musorkab telah dijalankan berdasarkan AD/ART organisasi. Bahkan, ketika tahapan pemilihan sempat dihentikan, pihaknya tetap mematuhi keputusan tersebut dan kembali melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

    “Waktu Musorkab tahap awal dihentikan di tengah jalan, kita masih patuh. Hasil koordinasi dengan KONI pusat, kita lakukan Musorkab sesuai ketentuan AD/ART. Apa yang tercicil kita jemput kembali,” katanya.

    Menurut Edi, keputusan untuk tetap menggelar Musorkab juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap hasil Rakerkab KONI Agam.

    “Sesuai keputusan Rakerkab KONI Agam, Musorkab dijadwalkan hari ini dan itu kita laksanakan,” ujarnya.

    Edi juga menyoroti polemik yang terjadi menjelang berakhirnya masa kepengurusannya. Ia mengakui empat tahun memimpin KONI Agam bukan masa yang ringan, namun dua bulan terakhir menjelang berakhirnya periode kepengurusan justru menjadi masa paling berat.

    “Empat tahun tidak begitu lama dan tidak begitu berat. Tapi dua bulan terakhir menjelang berakhirnya masa jabatan sangat berat,” katanya.

    Sebagai mantan pamong, Edi menilai pemerintah daerah seharusnya berada pada posisi memfasilitasi organisasi kemasyarakatan, termasuk organisasi olahraga, bukan masuk terlalu jauh ke dalam kewenangan organisasi.

    “Apa yang dilakukan pemerintah daerah saat ini sudah melampaui kewenangan. Fungsi pemerintah terhadap organisasi kemasyarakatan adalah fasilitasi, bukan menciptakan konflik,” tegasnya.

    Ia juga membantah anggapan bahwa KONI Agam tidak melakukan pembinaan atlet. Menurutnya, sejumlah prestasi telah diraih atlet Agam, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

    “Sudah banyak prestasi yang kita raih. Banyak atlet kita pemegang medali emas, bahkan ada pemegang medali emas internasional atas nama Habil,” ujarnya.

    Musorkab tersebut juga mendapat perhatian dari DPRD Agam. Anggota DPRD Agam, Joni Putra Dt Bintaro Hitam, yang membuka Musorkab, mengatakan kehadirannya bukan untuk masuk dalam persoalan internal KONI.

    “Kami hadir memenuhi undangan KONI. Bukan hadir untuk masuk dalam segala persoalan internal KONI saat ini,” katanya.

    Namun, ia menyebut DPRD berkepentingan memastikan masyarakat, khususnya pelaku olahraga di Agam, dapat menjalankan musyawarah secara baik untuk kemajuan olahraga daerah.

    “Kami hadir karena mengawasi masyarakat kami yang tengah bermusyawarah dalam kegiatan ini untuk hal-hal positif dan untuk kemajuan olahraga daerah,” ujarnya.

    Joni menegaskan, persoalan olahraga di Agam semestinya diselesaikan dengan mengedepankan kepentingan daerah.

    “Kami tidak ingin olahraga dan daerah kami diobok-obok orang luar,” tegasnya.

    Sementara itu, pelaksanaan Musorkab KONI Agam berlangsung bersamaan dengan agenda pertemuan yang digelar caretaker KONI Agam, Revdi Iwan Syahputra, di Lubukbasung. Revdi mengundang sejumlah Pengcab untuk membahas kesiapan cabang olahraga menghadapi Porprov. Sekitar 10 Pengcab menghadiri pertemuan tersebut.

    Sebelumnya, tahapan pemilihan Ketua KONI Agam sempat dihentikan setelah adanya surat Sekda Agam kepada KONI Sumbar yang meminta dilakukan supervisi. Saat itu, tahapan telah memasuki proses pengembalian berkas bakal calon.

    KONI Agam kemudian melakukan koordinasi dengan KONI Sumbar dan Pemkab Agam serta kembali mengulang sejumlah tahapan. Namun, di tengah proses tersebut terbit keputusan penunjukan caretaker sekaligus pemberhentian kepengurusan KONI Agam yang dipimpin Edi Busti.

    Meski demikian, pelaksanaan Musorkab tetap berjalan dengan dukungan mayoritas Pengcab yang hadir. Pemenuhan kuorum dua pertiga peserta menjadi dasar panitia menyatakan forum musyawarah tersebut memenuhi ketentuan AD/ART KONI. (***)

    Avatar of St Batuah
    Avatar of St Batuah
    St Batuah
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *