BREAKING NEWS
    2,163 view

    Festival Literasi Pasbar 2026 Dorong Generasi Berdaya Saing

    Waktu Baca: 3 menit
    Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan bersama Bunda Literasi Ny. Sifrowati Yulianto, perwakilan instansi dan dinas terkait, serta peserta Festival Literasi Pasaman Barat 2026 berfoto bersama usai pembukaan acara di Padang Tujuh, Selasa (15/9/2026). (Foto: Diskominfo Pasbar/Saipen/TimAS)

    Pasaman Barat, AyoSumbar.id – Festival Literasi Pasbar 2026 digelar Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat di Padang Tujuh, Selasa (15/9/2026), untuk memperkuat budaya literasi masyarakat. Festival ini mengangkat tema “Dari Literasi Mencapai Prestasi dan Pengetahuan Wujudkan Pasaman Barat Sejahtera”.

    Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan budaya membaca sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

    Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, saat membuka festival menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berilmu, kritis, kreatif, berkarakter, dan berdaya saing.

    Menurut M. Ihpan, makna literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, serta membangun semangat belajar sepanjang hayat.

    “Literasi harus mendorong kita dari sekadar tahu menjadi paham, dari sekadar percaya menjadi mampu memverifikasi, serta bijak melihat peluang dan mempertimbangkan risiko,” ujar M. Ihpan di hadapan peserta festival.

    Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan era digital. Anak-anak Pasaman Barat, katanya, tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu berkembang sebagai pencipta, inovator, dan pemimpin yang mampu beradaptasi.

    M. Ihpan menilai literasi digital menjadi salah satu kunci agar generasi muda Pasaman Barat mampu menghadapi persaingan global. Karena itu, penguatan budaya literasi perlu berjalan seiring dengan perkembangan teknologi.

    Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat, Sifrowati Yulianto, menyampaikan bahwa pembangunan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah menyediakan fasilitas dan kebijakan, sekolah membangun budaya belajar, guru membimbing dan menginspirasi, orang tua mendampingi anak, sedangkan komunitas menyediakan ruang kreativitas.

    “Budaya literasi harus dimulai dari keluarga. Orang tua memiliki peran penting mengenalkan anak pada buku, cerita, pengetahuan, serta membangun kebiasaan belajar sejak dini. Literasi adalah gerakan bersama,” tegas Sifrowati.

    Ia juga mengingatkan agar perkembangan teknologi tetap diimbangi penguatan karakter dan budaya. Menurutnya, literasi karakter dan budaya penting supaya kemajuan teknologi tetap berjalan bersama nilai-nilai agama dan budaya.

    Penguatan gerakan literasi, lanjut Sifrowati, perlu dilakukan secara berkelanjutan mulai dari keluarga, sekolah, nagari, hingga lingkungan masyarakat. Perpustakaan juga didorong menjadi ruang yang aktif dan produktif bagi masyarakat.

    Sifrowati mengajak berbagai pihak menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku. Perpustakaan dapat menjadi ruang terbuka untuk melahirkan ide kreatif, berdiskusi, dan menghasilkan karya tulis generasi muda.

    Ia berharap Festival Literasi Pasbar 2026 dapat mendorong lahirnya penulis-penulis muda Pasaman Barat. Para generasi muda diharapkan berani menyampaikan gagasan, menghasilkan karya, dan ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui literasi.

    “Literasi adalah jalan menuju peradaban. Dari membaca kita menemukan ilmu, dari menulis kita meninggalkan jejak sejarah,” tambahnya.

    Festival tersebut turut dihadiri staf ahli, asisten dan kepala OPD, Kacabdin Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Camat Pasaman, Ketua GOW, Ketua DWP, Wali Nagari Aua Kuning, Bunda Literasi Kecamatan Pasaman, pegiat dan komunitas literasi, pustakawan, pendidik, peserta Festival Literasi, serta tamu undangan lainnya.

    Kehadiran unsur pemerintah, pendidik, komunitas, keluarga, dan masyarakat dalam Festival Literasi Pasbar 2026 memperlihatkan dukungan berbagai pihak terhadap penguatan gerakan literasi di Pasaman Barat. (*)

    Avatar of Saipen Kasri
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Saipen Kasri
    Saipen Kasri
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *