BREAKING NEWS
    2,891 view

    Muhajir Muslim Dukung Jadikan Masjid Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

    Waktu Baca: 6 menit
    Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, saat meninjau langsung lokasi optimalisasi sumber air yang direncanakan untuk mendukung pengembangan kolam ikan di Masjid Raya Cubadak Mentawai, Kota Pariaman. (Foto: Tim Muhajir Muslim)

    Pariaman, AyoSumbar.id — Sebuah sumber air mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dikelola dengan baik, aliran air tersebut dapat menjadi sumber kehidupan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

    Semangat itulah yang terlihat ketika Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc, meninjau langsung lokasi optimalisasi sumber air yang direncanakan untuk mendukung pengembangan kolam ikan di Masjid Raya Cubadak Mentawai, Kota Pariaman, beberapa waktu lalu.

    Peninjauan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap pengembangan potensi lingkungan masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

    Muhajir melihat langsung kondisi sumber air, lingkungan sekitar, serta potensi pemanfaatannya untuk mendukung keberadaan kolam ikan yang berada di kawasan Masjid Raya Cubadak Mentawai.

    Dengan melihat kondisi lapangan secara langsung, berbagai kebutuhan dan tantangan teknis dapat dipetakan sejak awal. Mulai dari bagaimana sumber air dapat dialirkan secara optimal, menjaga ketersediaan air untuk kolam, hingga memastikan pemanfaatannya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

    Bagi Muhajir, program seperti ini memiliki nilai strategis karena memanfaatkan potensi yang sudah tersedia di lingkungan masyarakat. Airnya sudah ada, lahannya tersedia, dan kolam ikan bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana potensi tersebut dikelola secara baik sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

    Masjid Tidak Hanya Menjadi Tempat Ibadah

    Gagasan pemanfaatan lingkungan masjid untuk kegiatan produktif bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah peradaban Islam. Masjid pada masa lalu tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual. Masjid juga menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, bahkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    Semangat tersebut dapat kembali dihidupkan dalam konteks kekinian. Masjid Raya Cubadak Mentawai memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan produktif melalui pemanfaatan lahan dan sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Salah satunya melalui pengembangan kolam ikan.

    Menurut Muhajir, pengelolaan kolam ikan dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang sederhana tetapi memiliki potensi ekonomi jika dikelola secara profesional. Hasil budidaya ikan nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Selain memberikan nilai ekonomi, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

    “Kita ingin aset dan potensi yang ada di sekitar masjid bisa memberikan manfaat. Masjid tentu fungsi utamanya adalah tempat ibadah, tetapi di sisi lain masjid juga bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat,” ujar Muhajir.

    Menurutnya, pengembangan kolam ikan juga harus dirancang bukan sekadar untuk membuat kolam, tetapi harus memiliki konsep pengelolaan yang jelas. Mulai dari sumber air, jenis ikan yang dibudidayakan, sistem pemeliharaan, pengelolaan pakan, hingga mekanisme pemanfaatan hasil panen.

    Dengan demikian, program tersebut tidak berhenti sebagai proyek pembangunan, tetapi dapat menjadi kegiatan produktif yang terus berjalan.

    Mengoptimalkan Sumber Air

    muhajir muslim dukung jadikan masjid pusat 1
    Masjid Raya Cubadak Mentawai yang memiliki potensi besar untuk pengembangan kolam ikan untuk pemberdayaan ekonomi umat di sekitarnya. (Foto: Tim Muhajir Muslim)

    Peninjauan langsung terhadap sumber air menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan kolam ikan tersebut. Ketersediaan air merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan budidaya ikan. Karena itu, optimalisasi sumber air harus memperhatikan kondisi lingkungan dan keberlanjutannya.

    Air yang tersedia di lokasi perlu diarahkan sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan kolam tanpa mengganggu fungsi lingkungan maupun kebutuhan masyarakat lainnya. Dalam kunjungannya, Muhajir melihat langsung kondisi sumber air dan area yang akan dioptimalkan.

    Peninjauan lapangan juga membuka ruang untuk melihat persoalan secara lebih konkret dibandingkan hanya membahasnya melalui laporan. Apa yang terlihat di lapangan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

    Bagi seorang pimpinan lembaga legislatif, turun langsung ke lokasi juga merupakan bentuk komunikasi dengan masyarakat. Persoalan pembangunan sering kali baru terlihat secara utuh ketika seseorang datang langsung, melihat kondisi geografis, berbicara dengan pengelola, dan memahami kebutuhan masyarakat.

    Dari Kolam Ikan untuk Kemandirian

    Lebih jauh, pengembangan kolam ikan di kawasan masjid dapat diarahkan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi umat. Kegiatan sederhana seperti budidaya ikan dapat memberikan pengalaman pengelolaan usaha kepada masyarakat.

    Jika dikelola secara konsisten, hasilnya dapat diputar kembali untuk pengembangan usaha maupun mendukung kegiatan sosial masjid. Konsep seperti ini sekaligus mengajarkan bahwa kegiatan ekonomi dan ibadah bukan dua hal yang harus dipisahkan.

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *