BREAKING NEWS
    1,260 view

    Putuskan Undur RSBG 2026, Usul Tunda Pembukaan Porprov XVI di Solok

    Waktu Baca: 4 menit
    Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, bersama Ketua KAN, Ketua LKAAM, dan Ketua Bundo Kanduang, usai menyepakati ditundanya pelaksanaan event Rang Solok Baralek Gadang 2026. Dalam kesempatan itu Wako juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga mengusulkan agar pembukaan Porprov Sumbar di Kota Solok turut diundur. (Foto: Diskominfo Solok)

    Kota Solok, AyoSumbar.id – RSBG 2026 di Kota Solok dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Oktober 2026. Pasalnya, Pemerintah Kota Solok kembali menyesuaikan jadwal sebagai bentuk empati terhadap masyarakat Arosuka, Kabupaten Solok, yang terdampak galodo (banjir bandang).

    Pada saat yang sama, Pemko Solok juga mengajukan permohonan penundaan pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 kepada Gubernur Sumatera Barat, karena dampak bencana yang terjadi di Kabupaten Solok.

    Keputusan penyesuaian jadwal Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 disepakati Pemko Solok bersama unsur adat. Yakni Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), dan Ketua Bundo Kanduang.

    Sebelumnya, RSBG 2026 direncanakan berlangsung pada 3-10 Oktober 2026. Perubahan dilakukan setelah galodo melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026).

    Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyampaikan hal tersebut di Balai Kota Solok, Selasa (29/9/2026). Ia menjelaskan, hubungan masyarakat Kota dan Kabupaten Solok tidak hanya berkaitan dengan kedekatan wilayah.

    Ia menegaskan bahwa kedua daerah memiliki hubungan badunsanak yang terbentuk dari ikatan sejarah, adat, dan kekerabatan yang kuat. “Ketika dunsanak kita di Arosuka tertimpa musibah, sudah sepatutnya kita hadir dengan empati dan kepedulian. Kita badunsanak, dan musibah yang dialami dunsanak kita juga menjadi kesedihan kita bersama,” ujar Ramadhani dikutip Rabu (30/9/2026).

    Penyesuaian jadwal RSBG 2026 memberikan ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kepedulian kepada dunsanak yang terdampak bencana. Sebelumnya, Pemko Solok juga telah mengerahkan personel dan relawan untuk membantu penanganan musibah di Arosuka.

    RSBG 2026 Mengusung Tema Bangkit Bersama dengan Arosuka

    Rang Solok Baralek Gadang 2026 mengusung tema “RSBG-Bangkit Bersama dengan Arosuka.” Tema tersebut menempatkan perhelatan budaya ini sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan sekaligus saling menguatkan setelah musibah.

    Ramadhani mengajak masyarakat dari 13 nagari yang tergabung dalam Kubung 13. Baik di wilayah kota maupun Kabupaten Solok, untuk ikut menyukseskan RSBG 2026.

    “RSBG ini adalah alek kita bersama. Mari kita sukseskan bersama dengan tetap membawa semangat persaudaraan dan kepedulian. Kita tunjukkan bahwa dunsanak kita di Arosuka tidak berjalan sendiri menghadapi musibah,” katanya.

    Semangat tersebut selaras dengan nilai adat Minangkabau yang menekankan pentingnya saling membantu, menguatkan, dan menjaga hubungan badunsanak ketika menghadapi keadaan sulit.

    Nilai itu juga menjadi bagian dari pelaksanaan RSBG 2026. Perhelatan tersebut diharapkan mempererat hubungan masyarakat Kota dan Kabupaten Solok serta 13 nagari yang tergabung dalam Kubung 13.

    Pemko Solok mengajak unsur adat, komunitas, pelaku usaha, masyarakat, dan seluruh pihak terkait untuk menyukseskan rangkaian acara pada 10–13 Oktober 2026.

    Usulan Penundaan Pembukaan Porprov XVI

    Selain mengubah jadwal RSBG, Pemerintah Kota Solok mengajukan permohonan penundaan pembukaan Porprov XVI Sumatera Barat kepada Gubernur Sumatera Barat. Permohonan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati dan solidaritas atas musibah galodo atau banjir bandang yang melanda kawasan Kayu Aro, Kabupaten Solok.

    Usulan itu dituangkan melalui surat Wali Kota Solok Nomor B/000/48/DISPORA-2026 tertanggal 26 September 2026. Pembukaan Porprov Sumbar 2026 sebelumnya dijadwalkan pada 2 Oktober 2026. Adapun rangkaian pelaksanaan Porprov XVI dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 14 Oktober 2026.

    Dalam surat tersebut, Pemko Solok menyampaikan bahwa persiapan pembukaan Porprov telah memasuki tahap finalisasi. Pelajar dan atlet, artis nasional maupun daerah, pelaku UMKM, serta sponsor juga telah dipersiapkan untuk mendukung kegiatan.

    “Konsep dan rangkaian acara pembukaan telah dimatangkan bersama Panitia Besar KONI Provinsi Sumatera Barat. Namun, galodo yang terjadi di Kabupaten Solok membuat kondisi di lapangan berubah,” jelas Wako Solok.

    Bencana tersebut, sambungnya, berdampak pada sebagian layanan pemerintahan dan menyebabkan ditetapkannya masa tanggap darurat selama dua minggu. Situasi itu turut menjadi perhatian masyarakat Kota Solok sebagai bagian dari “Entitas Solok”.

    “Masyarakat Kota Solok ikut merasakan duka atas musibah yang dialami masyarakat Kabupaten Solok. Atas pertimbangan tersebut, Pemko Solok meminta agar pembukaan Porprov Sumbar 2026 ditunda,” usulnya.

    Ramadhani mengungkapkan bahwa usulan penundaan pembukaan Porprov tersebut juga mendapat dukungan dari 14 nagari di Kabupaten Solok, yang sebelumnya direncanakan berpartisipasi dalam Porprov.

    “Nagari-nagari tersebut menyampaikan permohonan penundaan. Mereka juga menyatakan akan mengundurkan diri apabila pembukaan Porprov tetap dilaksanakan sesuai jadwal semula,” imbuhnya.

    Untuk itu, katanya Pemko Solok telah meminta arahan dan pertimbangan Gubernur Sumatera Barat serta KONI Sumbar mengenai usulan tersebut. Apabila pembukaan Porprov ditunda, Kota Solok menyatakan tetap siap menjadi tuan rumah.

    “Pemko Solok menawarkan pelaksanaan pembukaan pada minggu keempat Oktober atau minggu pertama November 2026,” ungkapnya.

    Namun, lanjutnya, apabila pembukaan tetap digelar pada 2 Oktober 2026 dan dipindahkan ke daerah lain, Pemko Solok berharap seluruh properti serta perlengkapan acara yang telah dipersiapkan tetap dapat digunakan dan dimanfaatkan.

    Surat permohonan tersebut ditembuskan kepada Ketua DPRD Kota Solok, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, serta jajaran KONI Provinsi Sumatera Barat dan KONI Kota Solok. Kini, Pemko Solok menunggu arahan dan keputusan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta KONI Sumbar terkait usulan penundaan pembukaan Porprov Sumbar 2026. (*)

    Avatar of Niko Irawan
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Niko Irawan
    Niko Irawan
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *