Ketua DPRD Sampaikan Kendala Tertundanya Pengaspalan Jalan Tanjung Harapan-Malus
Solok Selatan, AyoSumbar.id – Kendala tertundanya pengaspalan jalan Tanjung Harapan-Malus menjadi perhatian utama. Hal ini terjadi setelah adanya pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh pemerintah pusat.
Ketua DPRD Solok Selatan, Martius, menegaskan bahwa proyek jalan Jorong Tanjung Harapan-Malus sebelumnya telah dianggarkan. Namun terhambat akibat kebijakan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 yang mengutamakan efisiensi belanja daerah.
“Mudah-mudahan nanti akan ada solusi terbaik. Yang jelas, kami mendukung penuh program pembangunan yang telah direncanakan oleh Bupati, termasuk perbaikan jalan Tanjung Harapan-Malus,” ujar Martius.
Menurutnya, meskipun pengaspalan jalan di kawasan tersebut berpotensi tertunda, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan tetap berkomitmen untuk memperjuangkan proyek ini agar bisa segera terealisasi.
Pemerintah daerah bersama DPRD terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat, meskipun saat ini harus menghadapi keterbatasan fiskal yang cukup signifikan.
“Kami berharap masyarakat Nagari Lubuk Gadang Timur dapat memahami situasi ini. Efisiensi anggaran memang berdampak pada sejumlah proyek fisik, tetapi jalan Tanjung Harapan-Malus tetap menjadi prioritas kami,” tambahnya.
Martius menjelaskan bahwa pemotongan anggaran sebesar Rp83 miliar dari DAU yang semula dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur kini dialihkan untuk mendukung program makan siang gratis bagi pelajar di daerah.
“Anggaran memang mengalami pengurangan, tetapi tidak hilang begitu saja. Dana tersebut dialihkan ke sektor lain, yaitu program makan siang gratis bagi siswa,” katanya.
“Ini tetap bagian dari upaya membangun daerah, hanya saja kali ini lebih fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia,” sambung Martius.
Ketua DPRD Solok Selatan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas belum terealisasinya pengaspalan jalan yang sebelumnya telah direncanakan dengan anggaran sebesar Rp6,4 miliar.
“Kami mohon masyarakat tetap bersabar dan memahami kondisi keuangan saat ini. Tidak ada maksud untuk mengecewakan, tetapi kami ingin transparan mengenai situasi yang dihadapi daerah,” jelasnya.
“Mudah-mudahan kondisi fiskal membaik sehingga proyek ini bisa kembali diperjuangkan di DPRD Solok Selatan,” tukas Martius. (art)
- Ikuti update berita kami di Google Berita.
