BREAKING NEWS
    24,451 view

    Kasus TBC di Padang Pariaman Meningkat Drastis 5 Tahun Terakhir

    Waktu Baca: 2 menit
    Ketua TP PKK Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, memberikan arahannya dalam rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian tuberculosis (TBC), di Aula Bapelitbangda Parikmalintang, Selasa (25/3/2025). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Kasus TBC di Padang Pariaman mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir (2020-2024). Jumlahnya bahkan sudah belasan ribu.

    Hal ini mendorong Ketua TP PKK Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, untuk mengambil langkah nyata, dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini.

    Menurut Nita, pencegahan TBC atau Tuberkulosis dapat dilakukan melalui deteksi dini, pengobatan yang tepat, pengurangan penyebaran bakteri, serta penerapan gaya hidup sehat.

    “Kita harus bekerja sama untuk mencegah penyebaran TBC. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat menjadi kunci utama dalam mengatasi penyakit ini,” ujarnya, Selasa (25/3/25).

    Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya keterlibatan kader PKK dalam upaya sosialisasi kepada masyarakat. “Kami mengajak kader PKK dari tingkat nagari, kecamatan, hingga kabupaten aktif menyebarkan informasi mengenai pentingnya pencegahan TBC dan pengendaliannya,” tambahnya.

    Rapat koordinasi ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Padang Pariaman bersama pemangku kepentingan terkait. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bapelitbangda Padang Pariaman, Azwarman, yang mewakili Bupati Padang Pariaman.

    Azwarman menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam penanggulangan TBC serta menyosialisasikan Rencana Aksi Daerah (RAD) dan implementasi SK Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TB).

    “Kami berharap seluruh pihak dapat bersinergi untuk mengintegrasikan program penanggulangan TBC di berbagai sektor, baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta,” katanya.

    Ia juga menyampaikan beberapa arahan Bupati Padang Pariaman terkait upaya pengendalian TBC, di antaranya memperkuat manajemen program, meningkatkan investasi sumber daya, serta memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat yang belum terdeteksi.

    “Kita harus meningkatkan kualitas layanan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat agar upaya pengobatan lebih efektif,” tambahnya.

    Situasi Kasus TBC di Padang Pariaman 2020-2024

    Data terbaru menunjukkan peningkatan jumlah terduga TBC dalam empat tahun terakhir. Pada 2020 tercatat 5.394 kasus (87%), 2021 sebanyak 6.940 kasus (92%), 2022 meningkat menjadi 11.634 kasus (153%), 2023 sebanyak 13.420 kasus (177%), dan 2024 mencapai 15.035 kasus (163%).

    Namun, jumlah kasus yang ditemukan dan diobati masih belum mencapai target nasional 90%. Berikut rinciannya:

    • 2020: 573 kasus dari target 1.561 (37%)
    • 2021: 775 kasus dari target 1.561 (50%)
    • 2022: 876 kasus dari target 1.559 (56%)
    • 2023: 917 kasus dari target 1.711 (54%)
    • 2024: 1.073 kasus dari target 1.903 (56%)

    Tingkat keberhasilan pengobatan TBC (Success Rate) juga masih di bawah target nasional 90%, yakni hanya mencapai 85% dalam lima tahun terakhir.

    Melalui berbagai program dan kerja sama lintas sektor, diharapkan angka keberhasilan pengobatan meningkat dan penyebaran TBC dapat ditekan secara maksimal di Kabupaten Padang Pariaman. (*)


    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *