BREAKING NEWS
    21,322 view

    17 Tahun Bawaslu: Menapaki Usia Remaja, Tetap Teguh Menjaga Demokrasi

    Waktu Baca: 3 menit
    Ketua Bawaslu Padang Pariaman, Azwar Mardin (dua dari kanan), ketika memimpin penertiban APK peserta pemilu tahun lalu di kawasan jalan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai. (Foto: Bawaslu Padang Pariaman)

    17 tahun Bawaslu menjadi tonggak penting dalam sejarah pengawasan pemilu di Indonesia. Sejak dibentuk pada 2008, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus hadir sebagai garda terdepan dalam memastikan pemilu berjalan jujur, adil, dan demokratis.

    SLOGAN “Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu” telah bergema selama 17 tahun, menegaskan komitmen lembaga ini untuk melibatkan publik dalam menjaga kualitas demokrasi.

    Melalui peran sentralnya, Bawaslu bertanggung jawab mengawasi seluruh tahapan dan administrasi pemilu agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

    Lebih dari sekadar pengawasan, Bawaslu juga menjamin keadilan bagi semua peserta pemilu—baik partai politik maupun calon perseorangan—pada setiap tahapan proses pemilu.

    Bawaslu juga bertugas memastikan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan seluruh jajarannya, termasuk petugas Ad Hoc di tingkat kecamatan, bekerja secara profesional, netral, dan bebas dari afiliasi politik tertentu.

    Sebagai lembaga pengawas, Bawaslu menjadi saluran bagi peserta pemilu dan masyarakat yang ingin melaporkan dugaan pelanggaran atau kecurangan. Lembaga ini turut menyelesaikan berbagai sengketa pemilu dan menangani pelanggaran yang terjadi demi menjaga integritas proses demokrasi.

    Memasuki usia 17 tahun di tahun 2025, Bawaslu berada dalam fase remaja yang penuh tantangan. Kritik, keraguan, bahkan gangguan bukanlah hal asing bagi lembaga ini.

    17 tahun bawaslu refleksi perjalanan dan keteguhan menjaga demokrasi 1
    Jajaran Bawaslu Kabupaten Padang Patiaman usai apel Hut ke-17 Bawaslu, Rabu (9/4/2025). (Foto: Bawaslu Padang Pariaman)

    Namun semua itu menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang justru memperkuat posisi dan fungsi Bawaslu dalam menjaga keadilan pemilu.

    Bawaslu juga berperan sebagai lembaga edukasi politik dan demokrasi bagi masyarakat. Dalam Pemilu 2024 misalnya, Bawaslu menghadapi tantangan berat berupa maraknya hoaks dan disinformasi yang mempengaruhi pemilih, terutama mereka yang belum melek informasi.

    Selain itu, Bawaslu menerima banyak laporan selama masa kampanye terkait praktik politik yang tidak sehat, seperti pembagian sembako dan politik uang. Jika dibiarkan, praktik seperti ini akan menghambat para calon yang berkompetisi secara jujur dan mencederai kualitas pemilu serta hasilnya.

    Momen 17 tahun Bawaslu ini menjadi saat yang tepat untuk evaluasi dan refleksi. Komitmen dan integritas para pengawas pemilu harus terus dijaga agar Bawaslu tetap dipercaya publik.

    Lebih dari itu, pengawasan pemilu adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi dengan masyarakat serta sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk pemerintah daerah.

    Pemanfaatan kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat sebagai agen edukasi politik harus diperkuat. Dengan begitu, kesadaran warga akan pentingnya pemilu yang berkualitas akan tumbuh dan berkelanjutan.

    Pasca pemilu dan pilkada, peran Bawaslu tidak boleh surut. Lembaga ini harus tetap aktif di tengah masyarakat, menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, dan terus memperkuat kapasitas kelembagaan hingga ke tingkat daerah.

    Kekuatan Bawaslu sebagai lembaga vertikal harus dimaksimalkan dengan mempererat komunikasi dan konsolidasi hingga ke jajaran kecamatan.

    Masa depan demokrasi Indonesia bergantung pada kualitas pengawasan hari ini. Tantangan ke depan tentu tidak mudah, namun dengan keteguhan komitmen, Bawaslu akan terus menjadi benteng keadilan pemilu yang tangguh.

    17 tahun Bawaslu adalah bukti konsistensi dalam mengawal demokrasi. Kini saatnya melangkah lebih jauh, lebih kuat, dan lebih kolaboratif demi pemilu yang adil, bersih, dan berintegritas. Selamat Hut Ke-17 Bawaslu. (*)


    Avatar of Aprizal Noer
    Azwar Mardin
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *