BREAKING NEWS
    15,757 view

    Anggota DPR RI Fraksi PAN Arisal Aziz Sesalkan Tragedi Keracunan Miras di Lapas Bukittinggi

    Waktu Baca: 2 menit
    Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PAN, H. Arisal Aziz, sangat menyayangkan kejadian tragis di Lapas Bukittinggi, yaitu sejumlah napi mengalami keracunan akibat miras. (Foto: Tim Arisal Aziz)

    Jakarta, AyoSumbar.id – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PAN H. Arisal Aziz sesalkan tragedi keracunan miras di Lapas Bukittinggi, yang mengakibatkan dua narapidana meninggal dunia dan empat lainnya masih menjalani perawatan intensif.

    “Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Belum lama kejadian di Lapas Pekanbaru usai, sudah langsung disambut oleh insiden di Lapas Bukittinggi. Bagaimana mungkin lembaga yang seharusnya memberikan pengawasan maksimal justru kecolongan?,” ujar Arisal Aziz kepada media, Sabtu (3/5/2025).

    Disebut Arisal, buntut kejadian napi keracunan miras di Lapas Bukittinggi, Komisi XIII akan memanggil jajaran terkait sesegera mungkin untuk meminta evaluasi dan pertanggung jawaban.

    “Kami akan memanggil jajaran ditjenpas, mulai dari dirjen, sekretaris ditjen, para direktur hingga kakanwil seluruh Indonesia untuk mengusut tuntas kasus ini dan mencegah terulangnya kejadian serupa,” imbuhnya.

    Komisi XIII DPR RI menyatakan akan segera memanggil Direktur Jenderal Pemasyarakatan beserta seluruh Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan dari seluruh daerah di Indonesia.

    H. Arisal Aziz mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia, termasuk penjatuhan sanksi tegas terhadap pejabat yang terbukti lalai.

    Ia meminta Ditjenpas Wilayah Sumatera Barat agar melakukan investigasi independen secara terbuka, termasuk pemeriksaan terhadap seluruh petugas lapas.

    Ia menegaskan, sanksi administratif atas insiden napi keracunan miras di Lapas Bukittinggi, bisa berupa penundaan kenaikan pangkat atau pembebasan tugas tidak lagi cukup. “Jika ditemukan kelalaian atau keterlibatan, sanksi tegas harus diberikan,” ujar Arisal.

    Ia mengingatkan bahwa warga binaan tetaplah manusia yang berhak atas pengawasan dan perlindungan selama menjalani masa hukuman.

    “Jangan anggap remeh kematian napi. Mereka tetap manusia dan punya keluarga. Pengawasan dan perlindungan di dalam lapas adalah tanggung jawab negara,” ucapnya. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *