BREAKING NEWS
    9,716 view

    Imunisasi di Payakumbuh Digencarkan, Wawako: Penting untuk Masa Depan Anak-anak Kita

    Waktu Baca: 3 menit
    Wawako Payakumbuh, Elzadaswarman, saat peluncuran “Gerakan Vaksinasi Bersama Mitra” di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Payakumbuh, Selasa (15/07/2025). (Foto: Diskominfo Payakumbuh)

    Payakumbuh, AyoSumbar.id – Imunisasi di Payakumbuh terus gencarkan Pemerintah Kota Payakumbuh lewat “Gerakan Vaksinasi Bersama Mitra” yang dicetus di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Payakumbuh, Selasa (15/07/2025).

    Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat komitmen lintas sektor guna menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang akan berlangsung Agustus mendatang.

    Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menegaskan bahwa imunisasi di Payakumbuh langkah preventif paling efektif dalam melindungi generasi masa depan dari ancaman penyakit menular.

    Ia menekankan bahwa tanggung jawab pemerintah tidak hanya berhenti pada pemahaman pentingnya imunisasi, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menjamin setiap anak mendapatkan hak kesehatannya.

    “Imunisasi di Payakumbuh bukan hanya soal data dan statistik, tetapi tentang nyawa dan masa depan anak-anak kita. Tugas kita bersama memastikan mereka tumbuh sehat dan kuat,” ujar Elzadaswarman.

    Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini hanya bisa tercapai melalui gerakan kolektif yang melibatkan semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, dunia pendidikan, tokoh agama, media, hingga orangtua.

    Dalam sambutannya, Elzadaswarman juga mendorong komite sekolah untuk berperan aktif sebagai penghubung antara sekolah, wali murid, dan pemerintah.

    Menurutnya, partisipasi komite tidak cukup hanya bersifat administratif, tetapi harus turut menjadi agen penyuluhan pentingnya imunisasi di Payakumbuh bagi seluruh siswa.

    Pemerintah Kota Payakumbuh pun berencana segera mengeluarkan kebijakan daerah sebagai bentuk penguatan regulasi dalam mendukung perluasan cakupan imunisasi di Payakumbuh.

    Tak hanya itu, Wawako juga menyoroti pentingnya peran strategis penyuluh agama dan Kementerian Agama dalam membangun pemahaman masyarakat bahwa imunisasi bukan hanya kewajiban kesehatan, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral dan spiritual.

    “Kami butuh peran penyuluh agama untuk menyampaikan bahwa menjaga kesehatan anak adalah bagian dari menjaga amanah Tuhan,” tegasnya.

    Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Maizon Satria, menyampaikan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap pada semester I tahun 2025 masih belum mencapai target nasional.

    Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat ancaman penyakit menular bisa ditekan melalui imunisasi yang menyeluruh. Maizon menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret membangun komitmen antar-mitra dalam bentuk tertulis.

    “Dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, media, komunitas, dunia pendidikan, dan dunia usaha, kami ingin membangun sistem perlindungan yang kuat dan berkelanjutan bagi anak-anak,” paparnya.

    Ketua pelaksana kegiatan, Juli Juwita, menambahkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi di Payakumbuh disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kurangnya pemahaman masyarakat, hingga munculnya isu-isu keagamaan yang belum terselesaikan dengan baik.

    Menurutnya, edukasi publik dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci mengatasi tantangan tersebut. “Harapan kami, seluruh peserta yang hadir hari ini mampu menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing untuk mendukung suksesnya imunisasi anak,” ujarnya penuh semangat. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    M Afif Azari
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *