BREAKING NEWS
    14,644 view

    Kebakaran Hutan di Limapuluh Kota makin Parah dan Ancam Pemukiman, Terekam 19 Titik Panas

    Waktu Baca: 2 menit
    Karhutla yang terjadi di Jorong Taratak, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Sabtu siang (19/7/2025). Warga berupaya mencegah api yang mendekati pemukiman. (Foto: Tangkapan layar video warga)

    Limapuluh Kota, AyoSumbar.id – Kebakaran hutan di Limapuluh Kota terus meluas dan mengancam pemukiman warga. Insiden ini mendorong Pemkab Limapuluh Kota menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak 17 hingga 30 Juli 2025.

    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang awalnya muncul di sejumlah nagari, kini menjalar hingga ke kawasan padat penduduk dan pinggir jalan raya.

    Sejak pertama kali terpantau pada Mei lalu, kobaran api telah menghanguskan lebih dari 50 hektare area hutan perbukitan serta lahan pertanian milik warga.

    Menanggapi situasi yang semakin kritis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota bersama personel pemadam kebakaran, TNI, dan Polri dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman aktif serta penyekatan titik-titik api agar tidak terus meluas.

    Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan bila menemukan titik api baru. Ia juga menekankan larangan keras membuka lahan dengan cara dibakar.

    “Partisipasi warga sangat penting dalam mencegah meluasnya kebakaran. Jangan ambil jalan pintas dengan membakar lahan,” tegasnya.

    Selain itu, aparat kepolisian dan kejaksaan telah diterjunkan untuk melakukan pengawasan ketat di wilayah terdampak. Warga yang terbukti sengaja membakar lahan akan diproses hukum secara tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi lintas instansi guna memantapkan langkah-langkah penanganan, mulai dari strategi pemadaman, evakuasi jika diperlukan, hingga perlindungan terhadap warga yang berada di zona rawan.

    Fenomena kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Barat, dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab cepatnya lahan kering terbakar.

    Karena itu, Pemkab menegaskan bahwa penanggulangan karhutla di Limapuluh Kota menjadi prioritas utama saat ini guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas dan potensi jatuhnya korban jiwa.

    Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk waspada dan aktif berkontribusi dalam upaya pemadaman maupun pencegahan lebih lanjut terhadap karhutla di Limapuluh Kota.

    Merangkum data dari situs Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan per Sabtu (19/7/2025) pukul 21.57 WIB, tercatat 19 titik panas akibat karhutla di Limapuluh Kota.

    Rincinya, 3 titik panas dengan kepercayaan tinggi, 15 titik panas dengan kepercayaan sedang, dan 1 titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah. Semua titik panas itu tersebar di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    M Afif Azari
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *