BREAKING NEWS
    8,309 view

    Peringatan HUT Ke-32 Ibukota Agam, Bupati-Wabup Ikut Arak-arakan Ratusan Jamba

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Agam, H. Benni Warlis Dt. Tan Batuah didampingi Wabup H. Muhammad Iqbal saat mengikuti rombongan arak-arakan jamba dalam perayaan HUT ke-32 Ibukota Agam di Lubuk Basung, kemarin. (Foto: Diskominfo Agam)

    Agam, AyoSumbar.id – Peringatan HUT ke-32 Ibukota Agam sebagai bentuk penghormatan terhadap perpindahan Ibu Kota Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubuk Basung berlangsung meriah, Senin (21/7/2025).

    Tradisi adat “manjujuang jamba” menjadi sorotan utama dalam HUT ke-32 Ibukota Agam, menggambarkan semangat pelestarian budaya Minangkabau yang kian kokoh mengakar.

    Ratusan Bundo Kanduang tampil anggun membawa dulang berisi hidangan tradisional (jamba) dalam arak-arakan yang dimulai dari Kantor Bappeda Agam, melintasi kantor bupati, dan berakhir di rumah dinas Bupati Agam.

    Dentuman semangat dari tambua tansa turut mengiringi jalannya prosesi budaya tersebut. Arak-arakan jamba itu turut diiringi oleh Bupati Agam, H. Benni Warlis Dt. Tan Batuah bersama istri Merry Benni Warlis, serta Wabup H. Muhammad Iqbal dan istri Maya Muhammad Iqbal.

    Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Agam, Dedi Asmar, menyebutkan bahwa jamba-jamba yang ditampilkan berasal dari seluruh OPD, nagari dan sekolah di Kecamatan Lubuk Basung.

    “Setelah arak-arakan, seluruh peserta dan tamu undangan mengikuti makan bajamba bersama secara adat Minangkabau,” ujarnya.

    Sebelum prosesi adat berlangsung, Pemerintah Kabupaten Agam terlebih dahulu menggelar upacara peringatan HUT ke-32 Ibukota Agam sebagai ibu kota kabupaten, yang sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Koperasi ke-78, di halaman kantor bupati.

    Bupati Benni Warlis menegaskan bahwa tradisi makan bajamba ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya.

    “Ini adalah momentum untuk menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda dan memperkenalkan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Agam,” ungkapnya.

    Kegiatan budaya ini menjadi penanda bahwa perpindahan ibu kota ke Lubuk Basung 32 tahun silam bukan hanya soal administrasi pemerintahan, tetapi juga tentang upaya menghidupkan kembali denyut tradisi dan memperkuat identitas budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi. (*)

    Avatar of St Batuah
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of St Batuah
    St Batuah
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *