BREAKING NEWS
    14,777 view

    Program Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga, Motor Ekonomi Baru di Pariaman

    Waktu Baca: 2 menit
    Pelaksanaan Sarasehan Ekonomi Sumbar 2025 di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan BI Sumbar, Kamis ( 24/7/2025). Dalam kegiatan ini, Kepala Bappeda Kota Pariaman, Adi Junaidi, memaparkan program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga, yang digagas Wako Pariaman. (Foto: Diskominfo Pariaman)

    Pariaman, AyoSumbar.id – Pemko Pariaman menguatkan komitmennya dalam membangun ekonomi melalui program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga, yang kini menjadi sorotan dalam forum ekonomi bergengsi.

    Program ini diperkenalkan secara resmi oleh Kepala Bappeda Kota Pariaman, Adi Junaidi, mewakili Wali Kota Yota Balad, dalam acara Sarasehan Ekonomi Sumatera Barat 2025 yang digelar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, kemarin.

    Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BI Sumbar, Abdul Majid, itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, para Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Barat, unsur Forkopimda, serta sejumlah perwakilan perbankan dan asosiasi ekonomi.

    Dalam pemaparannya, Adi Junaidi menjelaskan bahwa Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga merupakan program strategis pasangan Balad-Mulyadi yang telah terbukti berkontribusi nyata dalam peningkatan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Kota Pariaman.

    “Program ini bertujuan mendorong setiap rumah tangga agar mampu memproduksi barang atau jasa yang bernilai jual, sehingga menambah penghasilan keluarga,” ujar Adi.

    Ia menyebutkan, program ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari 12 program unggulan yang disusun untuk mewujudkan visi besar Kota Pariaman sebagai kota wisata yang maju, mandiri, kreatif, berlandaskan nilai agama dan budaya.

    “Dari keseluruhan program unggulan, Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga menjadi ujung tombak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

    Program ini, lanjut Adi, difokuskan untuk memberdayakan keluarga kurang mampu agar bisa tumbuh menjadi pelaku UMKM mandiri. Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemko Pariaman adalah mendorong digitalisasi UMKM dan mengarahkan warga untuk mengembangkan usaha di sektor unggulan seperti pertanian dan perikanan.

    “Di Kota Pariaman, kedua sektor ini masih sangat potensial karena lahan pertanian dan sumber daya kelautan yang melimpah, dengan kontribusi terhadap PDRB mencapai lebih dari 17 persen,” terangnya.

    Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Pariaman telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada keluarga penerima manfaat program ini. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan pelatihan, pembinaan, serta pendampingan usaha berdasarkan hasil verifikasi minat dan bakat yang dilakukan sebelumnya.

    “Kita ingin program ini bukan sekadar slogan. Oleh karena itu, sejak awal kita lakukan pendataan, assessment, pelatihan hingga pemberian modal agar usaha mereka benar-benar bisa tumbuh dan mandiri,” pungkas Adi Junaidi.

    Dengan pendekatan yang terintegrasi antara pelatihan, pendampingan, dan dukungan modal, program Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga di Kota Pariaman diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal yang efektif dan berkelanjutan di Sumatera Barat. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *