Profil Desa Tanjuang Saba di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman
Pariaman, AyoSumbar.id – Profil Desa Tanjuang Saba mungkin kecil secara geografis, namun semangat dan daya tahannya membuat desa ini layak disebut sebagai salah satu potensi unggulan di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.
Berdasarkan ketetapan dalam Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor 12 Tahun 2017, penaaman Desa Tanjung Sabar sudah diperbaharui menjadi Desa Tanjuang Saba. Ini untuk menyesuaikan dengan bahasa lokal di masyarakatnya.
Artikel ini akan mengajak Anda menjelajahi profil Desa Tanjuang Saba secara lebih mendalam dari demografi hingga kesiapan terhadap bencana dengan sudut pandang yang unik dan kreatif.
Sekilas Profil Desa Tanjuang Saba
Terletak hanya 5 kilometer dari pusat Kecamatan Pariaman Utara dan 6,2 kilometer dari pusat kota, Desa Tanjuang Saba memiliki luas wilayah 0,86 km².
Meski hanya mencakup 3,65 persen dari total luas kecamatan, desa ini memiliki struktur sosial dan infrastruktur yang solid.
Jumlah Penduduk Desa Tanjuang Saba
Dengan total jumlah penduduk Desa Tanjuang Saba sebanyak 676 jiwa pada tahun 2023—terdiri dari 354 laki-laki dan 322 perempuan—desa ini hanya memiliki sedikit jumlah dusun.
Dusun di Desa Tanjuang Saba
Struktur dusun di Desa Tanjuang Saba hanya dibentuk 2 dusun, untuk memperkuat ikatan sosial masyarakat yang dikenal gotong royong dan penuh semangat kekeluargaan.
Desa Tanpa Menara, Tapi Tak Terputus
Meskipun tidak memiliki menara telepon seluler, bukan berarti Desa Tanjuang Saba terisolasi dari dunia digital. Sebanyak lima operator seluler melayani wilayah ini dengan sinyal yang sangat kuat, bahkan sudah menjangkau jaringan 5G/4G/LTE.
Hal ini menjadikan desa ini tetap terkoneksi secara digital dengan dunia luar, membuka banyak peluang komunikasi dan informasi.
Kehidupan Sosial dan Religius yang Harmonis
Di bidang keagamaan, desa ini memiliki satu masjid dan dua mushola yang menjadi pusat aktivitas spiritual dan sosial masyarakat. Ketiganya bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang berkumpul untuk diskusi dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Antisipasi Bencana: Kecil Tapi Siaga
Meskipun tidak dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti rambu evakuasi, Desa Tanjuang Saba telah memiliki sistem peringatan dini bencana alam.
Tak hanya itu, pemerintah desa aktif melakukan normalisasi dan perawatan terhadap berbagai infrastruktur alam seperti sungai, kanal, parit, drainase, dan pantai.
Upaya ini menunjukkan kesadaran tinggi terhadap pentingnya mitigasi bencana, terutama di tengah ancaman perubahan iklim.
Penutup
Profil Desa Tanjuang Saba bukan sekadar deretan angka dan data. Ia adalah gambaran tentang komunitas kecil yang mampu bertahan, berkembang, dan tetap terhubung di tengah keterbatasan.
Dengan sinyal kuat, sistem peringatan dini, dan masyarakat yang solid, desa ini menjadi simbol harapan dan contoh bagi daerah lainnya: bahwa ukuran bukan segalanya, tapi kesiapan dan kerja sama adalah kunci. (*)
