Aksi Damai Aliansi Mahasiswa Padang Panjang Ajukan Tuntutan “17+8”
Padang Panjang, AyoSumbar.id – Aliansi mahasiswa Padang Panjang menggelar aksi damai di halaman DPRD Kota Padang Panjang, Kamis (4/9/2025). Aksi ini tidak hanya menampilkan orasi, tetapi juga dialog bersama pemerintah, legislatif, dan unsur Forkopimda.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis hadir bersama Ketua DPRD Imbral. Lalu Kapolres AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Dandim 0307/TD Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, Kajari Adhi Setyo Prabowo, dan pejabat Forkopimda lainnya. Mereka duduk berdiskusi langsung dengan mahasiswa.
Hendri mengaku senang dapat mendengar aspirasi generasi muda. Ia menekankan pentingnya kerja sama semua pihak. “Kota pendidikan ini harus kita jaga bersama. Terima kasih kepada mahasiswa dan Forkopimda yang menjaga suasana damai,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen menjalankan aturan sesuai hukum. Hendri mengajak semua pihak memeriksa data sebelum mengambil keputusan. “Kolaborasi adalah kunci membangun kota,” ujarnya.
Ketua DPRD Imbral menegaskan gedung DPRD terbuka untuk rakyat. “Silakan datang kapan saja. Mari berdiskusi. Kami selalu terbuka untuk masukan,” ucapnya.
Kapolres Kartyana menyampaikan komitmennya menerima laporan masyarakat. “Polres adalah tempat rakyat. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Perwakilan aliansi mahasiswa Padang Panjang, Fajri Fadhil, menyampaikan tuntutan yang mereka sebut “17+8”. Tuntutan itu mencakup transparansi anggaran, penghentian gaya hidup mewah pejabat, kebijakan pro-rakyat, perlindungan warga sipil, pemberantasan pungli, dan jaminan upah layak.
“Kami berharap pemerintah menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang dihimpun aliansi mahasiswa Padang Panjang dengan langkah nyata dan berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya.
Dialog berlangsung tertib dan saling menghargai. Mahasiswa, pejabat eksekutif, legislatif, dan aparat keamanan duduk bersama untuk membahas isu kota. Mereka berkomitmen menjaga Padang Panjang tetap aman dan berdaya untuk semua. (*)
