AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
9,674 view

Anggota DPR RI Arisal Aziz: Orang Minang Sudah Mengamalkan Pancasila Sejak Nenek Moyang

Berita dalam gambar: situasi terbaru yang berkaitan dengan Mengamalkan Pancasila,Arisal Aziz,Komisi XIII DPR RI.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PAN, H. Arisal Aziz, sangat menyayangkan kejadian tragis di Lapas Bukittinggi, yaitu sejumlah napi mengalami keracunan akibat miras. (Foto: Tim Arisal Aziz)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Anggota DPR RI Dapil Sumbar II, H. Arisal Aziz, menilai bahwa masyarakat Minang sudah mengamalkan Pancasila sejak masa nenek moyang hingga saat ini.

“Kita orang minang selama ini sudah mengamalkan Pancasila, karena orang minang identik dengan Keislamiannya. Apabila orang minang pasti Islam,” tegas Arisal Aziz saat sosialisasi Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila yang diselenggaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII di Kota Bukittinggi serta kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, 22 – 23 Juli 2025.

Hadir sebagai pembicara Direktur Advokasi Direktur Advokasi, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Fuad Himawan, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Komisioner Bawaslu Sumatera Barat Vifner, dan Tokoh masyarakat Syafrinaldi.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan BPIP ini merupakan Mitra Kerja Komisi XIII DPR RI diikuti ratusan peserta dari kalangan masyarakat, mahasiswa, pemuka agama, tokoh masyarakat di dua kabupaten yaitu di Bukittinggi dan Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Politisi yang akrab disapa dengan Josal ini menjelaskan, dasarnya orang minang beragama Islam ada di dalam Pancasila yaitu Sila Pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Lalu sila Kedua yang makna dan penerapannya berkaitan dengan beragama. Kemudian sila Ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia dengan makna walaupun berbeda-beda suku, agama kita tetap bersatu di dalam kerangka Pancasila.

Josal menjelaskan, Nenek moyang minang sudah mengamalkan sila ke-empat. Hal itu diterapkan di setiap permasalahan selalu dimusyawarahkan untuk menyatukan kesepakatan.

“ Ninik mamak kita, pemuka masyarakat kita. Dalam pepatah adat Minang berbunyi Bulek Aia Dek Pambuluh.(Bulat Air karena pembuluh) Bulek Kato Dek Mupakai
(Bulat kata karena mufakat),” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Advokasi BPIP, Fuad Himawan mengungkapkan perlu adanya penguatan nilai Pancasila kembali karena berdasarkan survey BPIP tahun 2019 banyak perilaku anak-anak muda. Selain itu ada Undang – Undang yang bertentangan Pancasila serta tidak sejalan dengan Ideologi Pancasila.

“Banyak terjadi perselisihan, menyampaikan pendapat secara kasar, anak melawan orang tua dan derasnya penyebaran hoaks melalui media sosial. Disisi lain Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak setuju Ideologi Pancasila, 63 Undang – Undang dan 40 Peraturan Daerah (Perda) yang perlu segera direvisi,” Jelas Fuad Himawan

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga merupakan jiwa bangsa, nafas kebangsaan, dan jati diri masyarakat Indonesia.

“Di tengah berbagai tantangan sosial, budaya, dan teknologi yang semakin kompleks, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi sangat penting untuk menjaga harmoni, toleransi, dan semangat gotong royong di masyarakat,” tegas Bupati.

Menurut JKA, relawan Gerakan Kebajikan Pancasila perannya sangat penting dan strategis dalam menyebarluaskan dan mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut di kehidupan sehari-hari.

Tokoh masyarakat Syafrinaldi juga menyoroti peran penting Pancasila dalam membentuk integritas pemimpin, menumbuhkan moral dan etika, serta mendorong keadilan sosial dan rasa tanggung jawab masyarakat. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Arditono
Aprizal Noer
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version