AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
5,201 view

Antisipasi Kelangkaan BBM di Pasaman, Bupati Welly Ajukan Penambahan Kuota

Visualisasi yang mendukung laporan investigatif mengenai Kelangkaan BBM di Pasaman.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, telah mengajukan penambahan kuota BBM ke regulator dan PT Pertamina, guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM di Pasaman. (Foto: Diskominfo Pasaman)

Pasaman, AyoSumbar.id – Untuk mengantisipasi kelangkaan BBM di Pasaman, Bupati Pasaman, Welly Suhery mengajukan penambahan kuota bahan bakar ke regulator dan PT Pertamina. Ini menjadi prioritas, karena daerah masih berada dalam status tanggap darurat bencana.

Potensi kelangkaan BBM di Pasaman menjadi perhatian utama pemerintah sejak pantauan lapangan memperlihatkan stok menipis di sejumlah titik pengisian.

Wartawan mencatat kekosongan pasokan di dua SPBU di Lubuk Sikaping. Permintaan warga terus melonjak. Pasokan yang masuk pada Minggu malam (30/11/2025), tak mampu menutup kebutuhan. Antrean kendaraan pun memanjang dan berkelok.

Polisi mengambil langkah cepat. Mereka menerapkan sistem satu arah di sejumlah ruas. Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mencegah penumpukan yang lebih padat.

Hingga Senin siang (1/12/2025), kondisi belum pulih. Beberapa SPBU kembali melaporkan kehabisan stok. Pengendara yang masih mengantre hanya bisa menunggu truk tangki berikutnya. Waktu kedatangan belum dapat dipastikan.

Bupati Welly meminta semua pihak bergerak. Ia menilai mitigasi kelangkaan BBM di Pasaman harus berjalan paralel dengan penanganan darurat. “Pasaman dalam status tanggap darurat bencana, penambahan kuota BBM ini sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Pemkab memperkuat koordinasi. Mereka menggandeng operator SPBU, BP Migas, dan PT Pertamina (Persero) sebagai penyuplai utama. Pemerintah juga menyiapkan antisipasi untuk momen Natal dan Tahun Baru 2026. Mobilitas warga diprediksi meningkat tajam pada periode tersebut.

Pemkab menjadwalkan rapat lanjutan. Rapat koordinasi digelar Selasa (2/12/2025). Forum ini akan menghadirkan OPD Pemkab Pasaman dan perwakilan dari tujuh SPBU di Pasaman. Rapat akan membahas teknis dan percepatan distribusi.

Asisten II Setda Pasaman M. Yasrin Saputra mengonfirmasi pengajuan kuota tambahan sebagai langkah mendesak. “Selasa ini kita rapatkan kembali untuk antisipasi kelangkaan,” ujarnya.

Yasrin belum mengungkap angka usulan tambahan kuota. Ia juga belum menjelaskan total kuota bulanan yang biasa diterima Pasaman. Meski begitu, ia menegaskan penambahan kuota tak bisa ditunda. Kondisi faktual di SPBU membuat langkah ini wajib diambil. (*)

Avatar of M. Abdi Lubis
Avatar of Arditono
M. Abdi Lubis
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version