Aplikasi SAPILIN Jadi Andalan Sumbar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Jakarta, AyoSumbar.id – Aplikasi SAPILIN menjadi salah satu pembahasan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar) Arry Yuswandi saat melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial RI di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Pertemuan itu membahas kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana sekaligus dukungan untuk penyempurnaan sistem data kebencanaan terintegrasi di Sumbar.
Arry Yuswandi diterima langsung Direktur Jenderal Linjamsos RI, Prof. Agus Zainal Arifin, bersama sejumlah anggota Tim Pokja lingkup Ditjen Linjamsos. Sekda Sumbar hadir didampingi pejabat dari Dinas Sosial dan BPBD Sumbar.
Arry mengatakan koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumbar memperkuat sistem penanggulangan bencana. Menurut dia, provinsi ini membutuhkan dukungan berkelanjutan untuk menyempurnakan aplikasi Sistem Penanggulangan Bencana Terintegrasi (SAPILIN).
“Dalam pertemuan ini, kami berkoordinasi dan berkonsultasi seputar kesiapsiagaan dan penanggulangan kebencanaan, sekaligus mengajukan permintaan dukungan atas penyempurnaan aplikasi Sistem Penanggulangan Bencana Terintegrasi atau yang kita singkat dengan SAPILIN,” kata Sekda Sumbar.
Ia menjelaskan karakteristik wilayah Sumbar membuat kebutuhan terhadap data kebencanaan yang terintegrasi menjadi penting. Sumbar disebut sebagai daerah “Supermarket Bencana” karena berbagai jenis bencana berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
Pemprov Sumbar sebenarnya telah memiliki dasboard data kebencanaan terintegrasi. Namun, sistem itu dinilai masih membutuhkan penyempurnaan melalui aplikasi SAPILIN.
“Oleh karenanya, kita membutuhkan dukungan dari Kemensos secara berkesinambungan, menyangkut berbagai program kegiatan terkait kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana,” ujarnya.
Dukungan yang diharapkan dari Kemensos mencakup sejumlah kebutuhan penanganan bencana. Di antaranya pengungsian dan pemenuhan kebutuhan dasar, pembentukan serta penguatan Kampung Siaga Bencana (KSB), dan penyediaan, pengelolaan, serta pendistribusian logistik bencana.
Selain itu, dukungan juga mencakup pemberdayaan dan peningkatan kapasitas Tagana. Pemprov Sumbar turut mengajukan dukungan pemberian bantuan uang duka bagi keluarga terdampak bencana serta bantuan untuk mendukung pemulihan ekonomi keluarga terdampak bencana.
Dalam pertemuan itu, Dirjen Linjamsos juga menyampaikan pentingnya peta rawan bencana sebagai salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan. Lokasi yang memiliki risiko bencana perlu menjadi perhatian agar pembangunan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman.
“Setelah kami paparkan, Bapak Dirjen Linjamsos menyampaikan bahwa peta rawan bencana bersifat sangat penting, dan dalam merencanakan pembangunan harus memperhatikan titik lokasi yang aman dari risiko bencana (zona hijau),” kata Arry.
Agus Zainal Arifin juga menyatakan dukungan dan komitmen untuk membantu penanggulangan bencana sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, Dirjen Linjamsos bersedia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
Dengan dukungan tersebut, pembahasan Aplikasi Sapilin menjadi bagian dari langkah Sumbar memperkuat kesiapsiagaan serta penanggulangan bencana melalui integrasi data dan dukungan program kebencanaan. (*)
