AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
7,735 view

Aplikasi Sirekonbaja Wujud Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa di Pariaman

Gambar yang memperlihatkan suasana di sekitar isu Aplikasi Sirekonbaja.
Wako Pariaman, Yota Balad, membuka Bimtek Pemanfaatan Aplikasi Sirekonbaja di Aula Balai Kota Pariaman, Rabu (12/11/2025). (Foto: Diskominfo Pariaman)

Pariaman, AyoSumbar.id – Aplikasi Sirekonbaja atau Sistem Informasi Registrasi Kontrak Barang dan Jasa menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Pariaman untuk memperkuat transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa berbasis digital.

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan hal itu saat membuka Bimbingan Teknis Pemanfaatan Aplikasi Pengendalian Pembangunan Kota Pariaman Sirekonbaja di Aula Balai Kota Pariaman, Rabu (12/11/2025).

Yota Balad menegaskan, pemerintah kota terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, bersih, akuntabel, dan digital. Ia menjelaskan, pengadaan barang dan jasa serta pelaksanaan kontrak harus berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan agar pembangunan daerah terkendali.

Lebih lanjut, ia mengatakan aplikasi Sirekonbaja merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Pariaman dengan Pemerintah Kota Padang. Melalui kerja sama ini, sistem tersebut berfungsi sebagai instrumen utama dalam pengendalian pembangunan daerah.

“Mulai tahun ini, bukti registrasi kontrak melalui aplikasi Sirekonbaja menjadi syarat administrasi pencairan dana,” ujar Yota.

Ia menegaskan, kontrak tanpa registrasi dan bukti sah akan tertunda proses pencairannya sampai persyaratan terpenuhi. Menurutnya, kebijakan ini menegaskan keseriusan pemerintah menjaga ketertiban administrasi dan transparansi pengelolaan pembangunan.

Dalam arahannya, Yota Balad meminta setiap PA, KPA, PPK, dan operator perangkat daerah memanfaatkan aplikasi Sirekonbaja secara optimal. Ia menekankan pentingnya pengisian data yang lengkap, valid, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, ia mendorong koordinasi aktif antara perangkat daerah, Bagian Administrasi Pembangunan, Dinas Kominfo, BPKPD, serta pihak terkait jika ada kendala teknis maupun nonteknis dalam penggunaan aplikasi.

Ia juga mengarahkan agar pemanfaatan aplikasi Sirekonbaja terintegrasi dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mempercepat reformasi birokrasi di Kota Pariaman.

Yota menegaskan, komitmen dan sinergi semua pihak menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian pembangunan di daerah.

Ia mengaitkan kebijakan ini dengan misi keempat kepemimpinannya bersama Mulyadi, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik prima.

Ia berharap penerapan aplikasi Sirekonbaja mampu meningkatkan kapasitas SDM, memperkuat tata kelola pembangunan, serta menghadirkan hasil nyata yang berdampak bagi masyarakat Pariaman. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version