BAZNAS RI Dorong Pemulihan Pendidikan dan Ibadah Warga Terdampak Bencana Agam
Agam, AyoSumbar.id — BAZNAS RI menegaskan keberpihakannya kepada rakyat dengan menggulirkan dua program kemanusiaan utama bagi masyarakat terdampak bencana galodo di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Program Kembali ke Sekolah dan Kembali ke Masjid menjadi upaya konkret BAZNAS dalam membantu pemulihan kehidupan sosial, pendidikan, dan keagamaan warga pascabencana.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, menyampaikan bahwa anak-anak dan tempat ibadah menjadi prioritas utama dalam masa transisi bencana, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.
“Kita ingin anak-anak korban bencana bisa segera kembali bersekolah dan masyarakat dapat kembali beribadah dengan nyaman di masjid. Apalagi ini menjelang Ramadhan, suasana ibadah tentu harus kembali hidup,” ujar Rizaludin.
Penyaluran bantuan dilakukan di wilayah yang terdampak parah bencana galodo, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (6/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, Rizaludin didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani.
Melalui program Kembali ke Sekolah, BAZNAS menyalurkan bantuan perlengkapan pendidikan berupa sepatu, tas, dan seragam sekolah. Selain itu, BAZNAS juga memberikan bantuan revitalisasi sarana sekolah serta insentif bagi para guru yang turut terdampak bencana. Berbagai kebutuhan penunjang pembelajaran seperti buku tulis, buku pelajaran, hingga papan tulis juga disiapkan.
Secara nasional, BAZNAS RI menyiapkan 20 ribu paket bantuan sekolah untuk anak-anak korban bencana di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Tak hanya bantuan jangka pendek, BAZNAS juga membuka akses beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban bencana, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan, peluang beasiswa ke luar negeri juga masuk dalam skema bantuan jangka panjang.
“Program beasiswa ini akan kami prioritaskan untuk anak-anak korban bencana. Kita ingin memastikan mereka tetap punya masa depan, sampai ke bangku kuliah, bahkan ke luar negeri,” tegas Rizaludin.
Sementara itu, melalui program Kembali ke Masjid, BAZNAS menyalurkan bantuan sarung, Al-Qur’an, karpet masjid, mukena, sound system, serta berbagai perlengkapan ibadah lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan sosial masyarakat.
Rizaludin menegaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari masyarakat.
“Ini adalah titipan dari para muzaki, munfiq, dan mussadiq. Dana umat ini kami salurkan kembali untuk rakyat yang sedang diuji oleh bencana,” ujarnya.
BAZNAS juga menyatakan komitmennya untuk terus hadir dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk dukungan terhadap pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. Seluruh program tersebut bersumber dari dana partisipasi masyarakat.
“Pemerintah pusat, provinsi, dan daerah tentu memiliki program. BAZNAS hadir sebagai lembaga nonstruktural untuk melengkapi dan memastikan rakyat tidak berjalan sendiri dalam masa pemulihan,” katanya.
Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan BAZNAS RI kepada masyarakat Agam.
“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI. Bantuan ini sangat berarti, terutama saat anak-anak mulai kembali bersekolah,” ujarnya.
Iqbal menjelaskan bahwa tidak seluruh siswa korban bencana belajar di tenda darurat. Sebagian besar telah dialihkan ke sekolah-sekolah yang tidak terdampak. Data kerusakan infrastruktur, mulai dari sekolah, jalan, fasilitas umum, rumah, hingga sawah, telah disampaikan kepada BNPB dan kementerian terkait.
“Kita menunggu pencairan dana dari pemerintah pusat agar proses pembangunan kembali bisa segera dilakukan,” pungkasnya. (*)
