AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
784 view

Beasiswa SDMPKS Antar 340 Anak Sumbar Kuliah, Pesan Gubernur Mengharukan

Polemik terbaru: bagaimana Beasiswa SDMPKS memengaruhi kebijakan pemerintah?
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, memotivasi 340 penerima Beasiswa SDMPKS saat pelepasan di BIM, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (21/9/2026). (Foto: ADPSB Setdaprov Sumbar)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Beasiswa SDMPKS (Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit) mengantarkan 340 putra-putri Sumbar untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada Tahun Akademik 2026–2027 dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Senin (21/9/2026).

Para penerima beasiswa sawit tersebut akan berkuliah di 42 perguruan tinggi yang berada di sejumlah daerah, termasuk Solo, Bekasi, Bandung, dan Yogyakarta.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meminta para mahasiswa menggunakan kesempatan pendidikan itu secara sungguh-sungguh. Ia berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Ikuti pendidikan dengan sebaik-baiknya demi meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Mahyeldi saat melepas keberangkatan penerima beasiswa sawit di BIM.

Menurut Mahyeldi, program beasiswa SDMPKS tersebut memberikan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga petani dan pekerja kelapa sawit. Dukungan pendidikan diberikan hingga penerima menyelesaikan studi pada jenjang Diploma maupun Sarjana.

Pada 2026, terdapat 625 calon mahasiswa asal Sumbar yang sebelumnya direkomendasikan melalui Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Dari jumlah itu, sebanyak 340 orang akhirnya ditetapkan sebagai penerima manfaat Dana BPDPKS. Mereka akan melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi yang telah ditentukan.

“Anak-anak Bapak, Ibu semuanya ini akan mendapatkan beasiswa sampai tamat nantinya, sampai selesai menjadi sarjana. Semoga mereka selalu dimudahkan Allah dalam segala proses mulai dari awal hingga tamat nanti,” harap Mahyeldi.

Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada BPDPKS, APKASINDO, Dinas Pendidikan serta Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura. Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai peningkatan akses pendidikan bagi keluarga petani sawit menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.

Pesan juga disampaikan Mahyeldi kepada para orang tua yang melepas anaknya untuk menempuh pendidikan di luar daerah. Ia meminta mereka tidak larut dalam kesedihan, tetapi memberikan doa dan dukungan agar anak-anak dapat berkonsentrasi menjalani pendidikan.

“Bapak/Ibu jangan berhiba hati. Lepas mereka, berikan semangat supaya mereka bisa melaksanakan pendidikan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Untuk memotivasi para penerima beasiswa sawit, Mahyeldi turut membagikan pengalaman hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana. Ia mengatakan latar belakang ekonomi tidak menghalanginya untuk mencapai posisi yang diraihnya saat ini.

“Saya ini sesungguhnya adalah anak seorang buruh angkat di Pasar Bawah, Bukittinggi. Alhamadulillah, saat ini bisa menjadi Gubernur,” tuturnya.

Mahyeldi menjadikan pengalaman tersebut sebagai pengingat bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Menurutnya, di mana ada niat, di situ akan ada jalan.

Program SDMPKS merupakan program pendidikan yang didanai BPDPKS bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. APKASINDO berperan sebagai fasilitator yang menjembatani masyarakat perkebunan dengan pemerintah.

Peran APKASINDO mencakup sosialisasi program, penjaringan calon penerima, hingga pendampingan proses pendaftaran. Program tersebut memberikan dukungan pendidikan bagi masyarakat perkebunan melalui skema beasiswa SDMPKS. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Aris Prima Gunawan
Aprizal Noer
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version