AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,576 view

Beruang Serang Warga dan Petugas BKSDA di Sinuruik, Warga Resah

Berita visual: bagaimana Beruang menjadi perhatian masyarakat?
Warga berusaha mengusir beruang yang masuk ke permukiman dengan peralatan seadanya, demi menjaga keselamatan bersama (Foto: Saipen/TimAS)

Pasaman Barat, AyoSumbar.id – Seekor beruang dilaporkan masuk ke permukiman warga di Kampung Koto Panjang, Kejorongan Kemajuan, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 14.20 WIB. Kejadian ini menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat yang merasa terancam oleh keberadaan satwa liar tersebut.

Menurut keterangan warga setempat, Mulyadi, beruang tersebut sebelumnya telah menyerang tiga orang yang sedang berada di sawah. Para korban langsung mendapatkan perawatan medis, dengan satu orang dirawat di RSUD Jambak dan dua lainnya di Puskesmas Talu. Kondisi mereka kini dilaporkan stabil, meski masih dalam pengawasan tenaga medis.

Insiden terbaru terjadi ketika petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Namun, beruang tersebut justru menyerang salah satu petugas di bagian kaki. Serangan ini semakin menambah kekhawatiran masyarakat yang berharap agar tidak ada lagi korban berikutnya.

Mulyadi menegaskan bahwa keberadaan beruang di sekitar permukiman sudah sangat meresahkan. “Kami di kampung sudah sangat khawatir. Kemarin ada tiga orang yang jadi korban di sawah, sekarang malah petugas BKSDA juga diserang. Kami berharap jangan sampai ada lagi korban berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa warga kini merasa aktivitas sehari-hari, terutama di ladang dan sawah, menjadi penuh risiko. “Kami tidak tenang bekerja, apalagi kalau berangkat ke sawah sendirian. Harapan kami pemerintah segera bertindak agar beruang ini tidak lagi mengancam,” kata Mulyadi.

Hingga kini, laporan resmi dari BKSDA masih ditunggu untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan. Pihak berwenang diharapkan segera memberikan kepastian agar masyarakat tidak terus diliputi rasa cemas.

Kejadian ini menyoroti pentingnya koordinasi antara masyarakat dan pihak konservasi dalam menghadapi konflik satwa liar. Beruang merupakan satwa dilindungi, namun keberadaannya di permukiman jelas menimbulkan ancaman bagi keselamatan manusia. Penanganan yang tepat harus dilakukan agar keseimbangan antara perlindungan satwa dan keamanan warga tetap terjaga.

Selain itu, insiden ini juga menjadi pengingat bahwa kawasan hutan di sekitar permukiman perlu mendapat perhatian khusus. Perubahan habitat dan berkurangnya sumber makanan di alam bisa menjadi faktor yang mendorong satwa liar masuk ke wilayah manusia.

Pemerintah daerah bersama BKSDA diharapkan segera melakukan langkah mitigasi, seperti patroli rutin, sosialisasi kepada warga, serta upaya penghalauan satwa ke habitat aslinya. Dengan demikian, potensi konflik dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat tetap terjamin.

Warga berharap agar kejadian ini menjadi perhatian serius, bukan hanya sebagai insiden sesaat. Mereka menuntut adanya solusi jangka panjang agar kehidupan sehari-hari dapat kembali berjalan normal tanpa rasa takut akan ancaman satwa liar.

Untuk saat ini, masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari aktivitas sendirian di area persawahan maupun hutan. Informasi resmi dari BKSDA akan menjadi acuan utama dalam menentukan langkah selanjutnya terkait penanganan beruang yang masuk ke permukiman warga. (*)

Avatar of Saipen Kasri
Avatar of TimAS
Saipen Kasri
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version