AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
17,598 view

BUMDes Saayun Sarantak Dagam Hadirkan Oven Gabah Pertama di Pariaman

Peristiwa global: bagaimana BUMDes Saayun Sarantak Dagam menjadi bagian dari diskusi dunia?
Wako Pariaman, Yota Balad, bersama pengurus BUMDes Saayun Sarantak Dagam saat meresmikan Oven Gabah Serba Guna di Desa Koto Marapak, Senin (13/10/2025). (Foto: Diskominfo Pariaman)

Pariaman, AyoSumbar.id – BUMDes Saayun Sarantak Dagam Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur, meluncurkan Oven Gabah Serba Guna pertama di Kota Pariaman. Inovasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut.

Wali Kota Pariaman Yota Balad meminta BUMDes Saayun Sarantak Dagam menjalin kolaborasi dengan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih agar usaha masyarakat semakin maju. Ia menegaskan, BUMDes berperan di hulu dengan memproduksi hasil pertanian, sementara Kopdes Merah Putih menjadi hilir yang menampung dan memasarkan produk pertanian.

“Kolaborasi ini akan saling menguntungkan. BUMDes memproduksi, sedangkan Kopdes membeli dan menjual hasilnya. Dengan begitu, roda ekonomi desa terus bergerak,” ujar Yota Balad dikutip Selasa (14/10/2025).

Ia juga mengajak masyarakat Desa Koto Marapak bergabung sebagai anggota Kopdes Merah Putih. Dengan menjadi anggota, masyarakat dapat mengakses layanan simpan pinjam untuk mengembangkan usaha kecil dan pertanian.

Yota Balad berharap OPD terkait bersama Kopdes Merah Putih dapat mengelompokkan desa penghasil pertanian unggulan agar sinergi antarwilayah makin kuat. “Kami optimis, meskipun kondisi keuangan belum stabil, Kota Pariaman mampu keluar dari kemiskinan. Kuncinya, masyarakat harus merasakan manfaat langsung dari pemerintahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah yang dilakukan BUMDes Saayun Sarantak Dagam sejalan dengan program Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Direktur Utama BUMDes Saayun Sarantak Dagam, Khaidir, menjelaskan bahwa pembangunan Oven Gabah Serba Guna ini menelan dana sebesar Rp150 juta yang bersumber dari APBDes. Ia menyebut, alat tersebut memungkinkan masyarakat mengeringkan gabah lebih cepat dan merata tanpa bergantung pada kondisi cuaca.

“Dengan oven ini, kualitas gabah terjaga. Gabah tidak berjamur dan tidak rusak karena penjemuran tradisional. Selain itu, alat ini menghemat waktu dan tenaga petani,” jelas Khaidir.

Ia menambahkan, oven tersebut juga dapat digunakan untuk mengeringkan hasil pertanian lain, seperti jagung, padi, ampas kelapa, dan berbagai hasil bumi lainnya. Saat ini, BUMDes Saayun Sarantak Dagam juga mengelola usaha jual beli jagung, gabah, sewa molen, dan mesin perontok jagung.

Khaidir berharap pemerintah dapat menyinergikan Kopdes Merah Putih dengan BUMDes agar petani mudah mendapatkan modal serta pupuk berkualitas. “Kami ingin terus bergerak dan mendukung petani agar bisa mandiri,” katanya.

Setelah peluncuran oven, Wali Kota Yota Balad bersama jajaran OPD juga meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) milik Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tujuh Suku di Desa Koto Marapak, yang turut dikelola oleh BUMDes Saayun Sarantak Dagam. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version