Bupati Welly Ajak KfW Jerman Perkuat Petani Kopi dan Aren di Pasaman
Pasaman, AyoSumbar.id – Upaya memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Pasaman terus digencarkan Bupati Pasaman, Welly Suhery. Kali ini, Pemkab Pasaman bahkan mendapat dukungan internasional. Yakni lewat program hibah kehutanan dari KfW Jerman, lembaga pembiayaan pembangunan asal Jerman.
Bantuan senilai 20 juta Euro atau sekitar Rp200 miliar itu dialokasikan untuk enam Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Pasaman.
Bupati Welly menilai dukungan ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, kedaulatan pangan hanya dapat terwujud jika hutan sebagai penopang kehidupan masyarakat terkelola dengan baik.
“Lebih dari 58 persen wilayah kami merupakan kawasan hutan yang menjadi sumber hidup warga. Karena itu, kami ingin program ini benar-benar memperkuat ekonomi masyarakat sekitar hutan,” ujar Bupati Welly dalam pertemuan dengan perwakilan KfW di ruang kerjanya, Selasa (11/11/2025).
Ia juga mengusulkan agar investasi dari program hibah difokuskan pada komoditas unggulan daerah yang mampu mendukung kedaulatan pangan, seperti kopi dan aren. “Masyarakat kami sedang giat menanam kopi dan aren. Kami ingin dua komoditas ini mendapat dukungan penuh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Bambang Suyono, menyebut program ini akan meningkatkan perlindungan kawasan hutan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
“Tim ingin menggali masukan dari Pemkab Pasaman agar program dapat berjalan sesuai kebutuhan lapangan,” ungkap Bambang.
Perwakilan KfW, Hubertus Kraienhorst, menegaskan bahwa lembaganya telah lebih dari 25 tahun mendukung program kehutanan di Indonesia. Setelah beroperasi di Kalimantan, Jambi, dan Sumatera Utara, kini KfW memperluas kerja sama ke Sumatera Barat.
“Pasaman memiliki potensi besar untuk mendapat dukungan hibah. Kami berharap kerja sama ini berjalan baik,” katanya.
Bupati Welly juga menyoroti hambatan pemasaran hasil pertanian dan kehutanan yang masih menjadi kendala utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Ia berharap program ini turut memperkuat akses pasar bagi produk lokal.
“Produk kami sudah ada, tapi pasar masih terbatas. Ini harus jadi perhatian dalam tindak lanjut program,” tegasnya.
Kadis Pertanian Pasaman, Prasetyo, menambahkan bahwa kondisi geografis Pasaman sangat cocok untuk pengembangan kopi berkualitas tinggi. Dengan dukungan pembiayaan dari KfW, Pasaman diyakini mampu menghasilkan produk unggulan yang berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.
Melalui sinergi pelestarian hutan dan penguatan ekonomi lokal, program ini diharapkan mempercepat pencapaian kedaulatan pangan di Pasaman sekaligus menjaga kelestarian alam di Ranah Tuanku yang berada di jalur khatulistiwa itu. (*)
