AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
10,122 view

Dari Alam Solok Selatan Tercipta Ikon Energi Masa Depan Indonesia

Laporan langsung dari tempat kejadian yang berkaitan dengan Alam Solok Selatan,Supreme Energy Muara Laboh,Irman Gusman,PT SEML.
Anggota DPD RI, Irman Gusman, memberikan keterangan kepada awak media saat mengunjungi PLTP Solok Selatan. (Foto: TimAS)

Solok Selatan, Ayosumbar.id – Di tengah rimbunnya perbukitan alam Solok Selatan menjadi episentrum energi hijau Indonesia.  Lewat proyek ambisius Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang digarap PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), investasi senilai 400 juta dolar AS telah mengalir ke wilayah ini. Bukan hanya membawa listrik, tetapi juga harapan baru bagi bangsa.

Proyek ini tidak sekadar tentang turbin dan uap panas bumi. Ia adalah representasi nyata dari kemajuan berkelanjutan—penggabungan teknologi, ekologi, dan ekonomi rakyat. Irman Gusman, senator DPD RI asal Sumatera Barat, menyebut proyek ini sebagai “ikon masa depan energi Indonesia.”

“Kalau tahap kedua dan ketiga berjalan mulus, kapasitas tambahan 80 megawatt akan terpasang pada 2027. Lihat saja, tahun 2030 hingga 2040 nanti, Solok Selatan tak hanya dikenal karena alamnya yang indah, tapi juga sebagai daerah unggul dalam infrastruktur, pendidikan, hingga layanan kesehatan,” ujar Irman saat mengunjungi lokasi proyek di Pekonina, Selasa (22/7/2025).

Yang menarik, kesuksesan proyek ini adalah hasil diplomasi dan kolaborasi lintas batas. Dari jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga tokoh global seperti Perdana Menteri Jepang dan Menhan RI Prabowo Subianto, semuanya turut ambil bagian dalam menggaet investor dan memperkuat fondasi proyek.

“Perubahan iklim yang dianggap bencana bagi sebagian orang, bagi kami adalah peluang. Ini bukti bahwa solusi global bisa lahir dari desa,” tambah Irman Gusman penuh keyakinan.

Target ambisius proyek ini adalah membangun PLTP dengan total kapasitas 600 megawatt, cukup untuk menerangi jutaan rumah tangga sekaligus mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Irman pun menggarisbawahi pentingnya keseriusan dalam pengembangan energi terbarukan sebelum melangkah ke energi nuklir.

Sementara itu, dari sisi sosial, proyek ini menjadi cerminan pemberdayaan nyata. Bupati Solok Selatan, Khairunas, menyampaikan bahwa 85 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal.

“Kami tidak hanya bicara soal energi. Kami bicara tentang transformasi sumber daya manusia. Ini investasi pada masa depan anak-anak Solsel,” ujar Khairunas.

Supramu Santosa, pendiri dan Chairman PT SEML, memaparkan bahwa tahap kedua dan ketiga proyek akan menyuplai tambahan 143 megawatt. Fase ini sudah dimulai sejak April 2025 dan dijadwalkan rampung pada April 2027.

Dengan kebutuhan tambahan sekitar 1.500 pekerja pada pertengahan tahun depan, geliat ekonomi lokal dipastikan semakin bergairah.

Dengan setiap megawatt yang dihasilkan, Solok Selatan bukan hanya menghidupkan lampu di rumah-rumah, tetapi juga menyalakan semangat untuk masa depan yang lebih bersih, mandiri, dan berdaya. (*)

Avatar of Arditono
Avatar of Aprizal Noer
Arditono
Penulis
Aprizal Noer
Editor
Exit mobile version