Dari Blankspot Menuju Digitalisasi, Program Internet Gratis 3T Welly–Parulian Mulai Ubah Wajah Pasaman
Pasaman, Sumatera Barat, Ayosumbar.id — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat pemerataan akses digital melalui program internet gratis untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta daerah blankspot. Dalam satu tahun kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian, program tersebut mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pasaman, pemerintah daerah menghadirkan layanan internet gratis guna mendukung pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah yang selama ini minim akses jaringan.
Kepala Diskominfo Pasaman, Fatrizon, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam membuka keterisolasian digital masyarakat di daerah terpencil.
“Fokus utama kami adalah wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan internet, khususnya kejorongan yang membutuhkan konektivitas untuk pelayanan pemerintahan nagari, pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan masyarakat lainnya,” ujar Fatrizon saat konferensi pers evaluasi satu tahun program unggulan daerah di Media Center Diskominfo Pasaman, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, dari target 42 kejorongan blankspot yang direncanakan mendapatkan layanan internet gratis, hingga saat ini sebanyak 25 kejorongan telah berhasil terkoneksi. Selain itu, pengembangan jaringan juga dilakukan di sejumlah titik pelayanan sehingga total terdapat 34 titik akses internet aktif di berbagai wilayah Kabupaten Pasaman.
Menurut Fatrizon, capaian tersebut menunjukkan progres yang cukup signifikan dengan realisasi program mencapai 59,52 persen dari total target yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, program internet gratis untuk daerah 3T terus berkembang dengan baik. Jaringan yang telah terpasang kini mulai dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan pelayanan maupun aktivitas sehari-hari,” katanya.
Pelaksanaan program di lapangan tidak berjalan mudah. Tim Diskominfo harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis, akses jalan yang sulit, hingga sebaran permukiman warga di daerah terpencil. Namun demikian, upaya tersebut terus dilakukan agar masyarakat di wilayah blankspot dapat menikmati akses internet yang layak.
Pemerintah Kabupaten Pasaman juga terus melakukan pendataan terhadap wilayah yang belum memiliki jaringan internet. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat dan Bakti Kominfo terus dilakukan untuk memperluas cakupan layanan digital di daerah terpencil.
Manfaat program tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Di kantor-kantor nagari, pelayanan administrasi kini menjadi lebih cepat karena aparatur desa dapat mengakses sistem pemerintahan dan mengirim laporan secara daring tanpa harus mencari lokasi yang memiliki jaringan internet.
Di sektor pendidikan, internet membantu guru dan siswa memperoleh akses terhadap berbagai sumber pembelajaran digital yang sebelumnya sulit dijangkau. Sementara di bidang kesehatan, jaringan internet mendukung proses pelaporan pelayanan kesehatan, koordinasi petugas, hingga layanan ibu hamil, balita, dan imunisasi.
“Dulu kami harus mencari tempat yang ada jaringan untuk mengirim laporan pelayanan kesehatan. Sekarang pekerjaan jauh lebih cepat dan efektif,” ujar seorang petugas Pustu di Kotonopan Rao, Kecamatan Rao Utara.
Selain mendukung pelayanan publik, program internet gratis juga mulai membuka peluang ekonomi masyarakat. Warga kini dapat memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memasarkan produk serta memperluas jangkauan usaha mereka secara online.
“Saya sekarang bisa berjualan online dan berkomunikasi lebih mudah. Program ini sangat membantu masyarakat,” kata Ani (34), salah seorang warga penerima manfaat.
Program internet gratis 3T tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam mewujudkan pemerataan akses digital hingga ke pelosok daerah. Dari wilayah yang sebelumnya blankspot, kini masyarakat mulai merasakan manfaat konektivitas digital yang mendukung pelayanan, pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.(***)
