AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
4,263 view

Diterjang Banjir Bandang, 30 Bangunan Pesantren di Matur Agam Lenyap

Cuplikan visual dari kejadian terbaru terkait Pesantren.
Kondisi pasca banjir bandang yang melanda kawasan Matur dekat Pesantren Darul Hadist. (Foto: A. St. Mangkuto/TimAS)

Agam, AyoSumbar.id – Sebanyak 30 dari total 32 bangunan milik Pondok Pesantren Darul Hadist di Nagari Panta Pauah, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, lenyap tanpa sisa usai diterjang banjir bandang pada pertengahan November 2025 lalu. Bangunan-bangunan tersebut berdiri tepat di pinggir sungai dan terdampak langsung banjir bandang akibat kondisi hidrometeorologi ekstrem.

Bangunan yang hanyut tersebut sebelumnya difungsikan sebagai tempat tinggal para pengajar dan pengurus pondok pesantren. Hingga awal Januari 2026, lokasi bekas bangunan masih terpantau mengalami perubahan drastis.

Pantauan di lapangan pada Selasa 6 Januari 2026 kemarin menunjukkan alur sungai yang sebelumnya berada di sisi permukiman kini telah berpindah dan menggerus kawasan yang dahulu menjadi area hunian. Perubahan alur sungai ini memperparah kerusakan fisik di sekitar lingkungan pesantren.

Salah seorang santri Pesantren Darul Hadist, Abu Amir, mengatakan sebelum bencana terjadi terdapat 32 bangunan di lokasi tersebut. Namun, banjir bandang dengan arus deras menghancurkan hampir seluruh bangunan yang ada.

“Bangunan itu semuanya 32, sekarang sisa dua unit, tapi juga tidak bisa digunakan lagi,” kata Abu Amir.

Ia menjelaskan, bangunan yang hilang merupakan hunian tetap bagi pengajar dan pengurus pesantren. Letaknya yang berada tepat di bibir sungai membuat kawasan tersebut sangat rentan terhadap banjir bandang, terutama saat curah hujan tinggi.

Saat banjir bandang melanda pertengahan November 2025, arus air datang secara tiba-tiba disertai material lumpur dan batang kayu dari hulu sungai. Meski demikian, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Abu Amir menambahkan, sebagian barang milik penghuni sempat diselamatkan, meski jumlahnya sangat terbatas karena kondisi air sudah meninggi saat proses evakuasi.

“Barang-barang ada yang bisa diselamatkan, tapi tidak banyak, sebisanya saja, air sudah besar,” ujarnya.

Pantauan di lapangan juga menunjukkan kondisi sungai di sekitar lokasi bekas bangunan pesantren mengalami kerusakan cukup parah. Dinding sungai tampak terkikis, sementara dasar sungai melebar akibat terjangan arus banjir bandang yang kuat.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada bangunan lain di sekitar lokasi. Salah satu rumah warga yang berada di pinggir jalan lintas Bukittinggi–Lubuk Basung dilaporkan amblas akibat abrasi bibir sungai. Struktur bangunan tersebut runtuh ke dalam sungai bersama pondasinya dan tidak lagi layak huni.

Tak hanya permukiman, sejumlah lahan perkebunan dan persawahan milik warga di kawasan tersebut juga mengalami kerusakan parah. Lahan-lahan tersebut tergerus dan terbawa arus banjir bandang sehingga hingga kini belum dapat difungsikan kembali. (*)

Avatar of A. St. Mangkuto
Avatar of A. St. Mangkuto
Avatar of A. St. Mangkuto
A. St. Mangkuto
Penulis
A. St. Mangkuto
Editor
Avatar of A. St. Mangkuto
A. St. Mangkuto
Reporter
Exit mobile version